Jumlah Wali Allah dan Tiga Jenisnya

Tidak ada yang tahu pasti ada berapa jumlah wali. Namun dalam Kitab Al Fawaid Al Mukhtarah Lisaliki Thariqil Akhirah, dari Habib Abdurrahman bin Musthafa Al ‘Idrus dikatakan bahwa jumlah Auliya’ di setiap zaman itu tidak kurang dari jumlah para nabi, yakni seratus dua puluh empat ribu wali.

Dalam Tuhfatul Ahbab, disebutkan bahwa Rasul bersabda,

لا يجتمع أربعون من أمتي إلا وفيهم ولي الله

Tidaklah berkumpul empat puluh orang dari umatku kecualai ada di antara mereka wali Allah.

Banyaknya orang-orang saleh (Auliya’) di satu zaman merupakan rahmat Allah Swt. Karena keberadaan mereka itu atas izin Allah mampu menolak bala’ dan membawa rahmat. Mengapa demikian? Karena kedekatannya dengan Allah Swt.

Al Qur’an menyebut para wali adalah orang-orang yang beriman dan bertaqwa. Dan orang yang bertaqwa dicintai Allah. Baca juga…

إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُتَّقِينَ

Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang bertakwa. (At-Taubah: 7).

Bahkan para wali memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah.

إِنَّ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ لَأُنَاسًا مَا هُمْ بِأَنْبِيَاءَ وَلَا شُهَدَاءَ، يَغْبِطُهُمُ الْأَنْبِيَاءُ وَالشُّهَدَاءُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِمَكَانِهِمْ مِنَ اللَّهِ تَعَالَى “. قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ، تُخْبِرُنَا مَنْ هُمْ. قَالَ : ” هُمْ قَوْمٌ تَحَابُّوا بِرُوحِ اللَّهِ عَلَى غَيْرِ أَرْحَامٍ بَيْنَهُمْ، وَلَا أَمْوَالٍ يَتَعَاطَوْنَهَا، فَوَاللَّهِ إِنَّ وُجُوهَهُمْ لَنُورٌ، وَإِنَّهُمْ عَلَى نُورٍ، لَا يَخَافُونَ إِذَا خَافَ النَّاسُ، وَلَا يَحْزَنُونَ إِذَا حَزِنَ النَّاسُ “. وَقَرَأَ هَذِهِ الْآيَةَ : أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Sayyidina Umar menyatakan bahwa Nabi Saw bersabda: “Sungguh Allah mempunyai hamba-hamba yang dicemburui para Nabi dan Syuhada karena kedekatan kedudukan mereka di sisi Allah pada hari kiamat, tapi mereka bukanlah nabi dan syuhada.”

Para sahabat berkata: “Wahai Rasulullah, apakah kamu akan memberitahun kepada kami siapakah mereka? Nabi Saw bersabda: “Merekalah yang saling mencintai dengan ruh Allah, bukan karena hubungan rahim ataupun harta yang saling mereka bagi. Demi Allah, sungguh wajah mereka itu bercahaya. Mereka juga berada dalam cahaya. Saat umat manusia merasa takut dan sedih, mereka tidak merasakannya. Dan beliau membaca ayat ini, “Ketahuilah, para wali Allah itu tidak ada ketakutan dan tidak merasa sedih”. (HR. Abu Dawud).

Tiga Jenis Wali

Jumlah wali yang banyak itu terbagi dalam 3 macam kelompok.

Kelompok pertama wali yang mengetahui bahwa dirinya adalah wali dan orang-orang juga mengetahui bahwa ia seorang wali.

Kedua, seorang wali yang tidak mengetahui bahwa dirinya wali, akan tetapi orang-orang sudah mengetahui bahwa ia wali.

Adapun kelompok yang ketiga ialah wali yang tidak mengetahui dirinya adalah wali dan orang-orang pun tidak mengetahui bahwa ia seorang wali. Kendati demikian, wali yang mengetahui bahwa dirinya adalah wali itu lebih utama.

Mengenali wali itu juga bukan hal yang mudah. Sebab Al ‘Arif billah itu sama sama makan, minum, tertawa dan tidur. Sama seperti orang kebanyakan, karena dia basyar (manusia). Sebagian orang yang hanya bisa melihat sisi basyariahnya seorang wali, tidak mampu menyaksikan sirr yang terdapat dalam dirinya. Baca juga…

Meski begitu, ketersembunyian wali Allah itu sebenarnya adalah rahmat bagi orang-orang yang tidak mengetahui kalau seseorang itu wali. Apa sebabnya? Karena jika mereka mengetahui bahwa seseorang itu wali, kemudian berlaku su’ul adab (jelek adab) kepadanya bahkan menyakitinya padahal tahu bahwa beliau adalah wali, maka mereka bisa binasa dan rusak. Sebagaimana diisyaratkan dalam hadis berikut:

مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Saw bersabda, sesungguhnya Allah berfirman: ‘Siapa yang memusuhi wali-Ku, maka Aku umumkan perang kepadanya, (HR. Bukhari).

#waliallah #auliya #syuhada

Rekomendasi
Komentar
Loading...