Kajian Hikam: Amal Yang Diterima Allah

Kajian Hikam: Amal Yang Diterima Allah

Kajian Kitab al-Hikam, yang disampaikan oleh Alm. KH. Zezen Zaenal Abidin Bazul Asyhab (Wakil Talqin TQN PP Suryalaya). Hikmah ke-51.

لا عَمَلَ أَرْجى لِلْقَبُوْلِ مِنْ عَمَلٍ يَغيبُ عَنْكَ شُهودُهُ ويُحْتَقَرُ عِنْدَك وُجودُهُ.

“Tidak ada amal yang lebih hisa diharapkan untuk diterima daripada amal yang tidak engkau saksikan (tidak diingat-ingat) dan engkau menganggapnya kecil/sedikit”

Semua orang beramal tujuannya tentu ingin diterima. Amal yang seperti apa yang bisa diharapkan diterima Allah? Yaitu amal yang kita sendiri melupakannya, tidak kita ingat-ingat. Kalaupun kita ingat, kita anggap itu amal kecil.

Kalau anda masih suka bangga dengan amal anda, menganggapnya besar dan hebat sehingga teringat terus, itu karena anda membandingkan amal anda dengan amal orang yang lebih malas daripada anda.

Anda rajin tahajud baru 1 minggu, 1 bulan atau 1 tahun, akan merasa banyak, bangga dan hebat apabila anda membandingkan diri anda dengan tetangga anda yang tak pernah tahajud, tapi coba kalau dibandingkan dengan baginda Nabi Muhammad SAW, yang sampai bengkak telapak kakinya karena tahajud, bandingkan dengan syaikh Abdul Qodir yang selama 40 tahun sholat subuh dengan wudu shalat isya (semalaman beribadah/shalat).

Inilah salah satu hikmah pentingnya membaca kisah orang-orang shalih, agar disaat kita loyo ibadah, jadi semangat lagi. Dan di saat kita bangga dengan amal kita, maka akan malah merasa malu, karena mereka jauh lebih banyak amalnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *