Kalapas Warungkiara: Penghuni Lapas yang Aktif Dzikir Berkarakter Lebih Baik, Kondusif dan Mudah Diarahkan

Sukabumi – Pagi ini (18/3), Pesantren Sa’adatuddaroin yang berada di Lapas Kelas III, Warungkiara Kabupaten Sukabumi menyelenggarakan pengajian dan dzikir. Pesantren yang diinisiasi oleh Alm. KH. Zezen ZA Bazul Asyhab ini telah berjalan lebih dari 2.5 bulan dan mendapat respon yang sangat positif dari berbagai pihak.

Dalam sambutannya Kepala Lapas, Risman Soemantri menyampaikan, agar kita selalu bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk mendekat kepada Allah Swt hingga pagi ini. Ia menambahkan, munculnya pesantren diawali dari kegiatan pengajian umum dan dzikir yang saat itu hanya untuk 2 blok penghuni lapas, dari 8 blok yang ada. Setelah dicermati, penghuni lapas yang aktif ikut ngaji dan dzikir mempunyai karakter yang lebih baik dibanding yang tidak ikut.

“Maka semenjak 2.5 bulan yang lalu, kami bekerjasama dengan Pesantren Azzainiyyah mendirikan Pesantres Sa’adatuddaroin di lingkungan Lapas dan mengeluarkan kebijakan agar semua blok ikut pengajian dan dzikir.” pungkas Risman.

Saat ini Pesantren Sa’adatuddaroin dibimbing 9 ustadz dan 1 ustadzah dengan jumlah santri tidak kurang dari 460 orang. Mereka mendapatkan pembinaan ruhani, belajar shalat dan ngaji serta ketrampilan hidup. Kegiatan pengajian dilakukan setiap hari mulai pagi hingga sore. Tiap kamis malam ada dzikir lailatul ijtima’ dan keesokannya Jumat munajat. Kegiatan dzikir yang diadopsi pesantren adalah dzikir TQN Suryalaya.

Salah seorang wakil talqin TQN Suryalaya, KH. Wahfiudin Sakam berkesempatan hadir di pengajian untuk menyampaikan talqin dzikir. Kyai yang aktif di lembaga dakwah NU ini juga mengajak jamaah melakukan dzikir yang telah sesuai dengan tuntunan para ulama shaleh.

Di akhir acara Pengurus Iqomah dan YSB Perwakilan Sukabumi menyerahkan bantuan 200 mushaf al-Qur’an untuk Pesantren Sa’adatuddaroin. (Hen)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...