Kasus Aktif Covid Tertinggi di Asia, Tetap Jalankan 3 M dan 3 T

Berdasarkan worldometers pada Rabu (03/02), di Indonesia ada 1.099.687 orang yang terinfeksi corona virus atau covid-19, 30.581 orang di antaranya meninggal dan 896.530 dinyatakan kembali pulih.

Artinya ada 172.675 orang yang masih dinyatakan positif terinfeksi covid-19. Jumlah tersebut mengalahkan India yang memiliki 161.865 kasus aktif. Indonesia kini jadi negara dengan kasus aktif covid-19 yang tertinggi di Asia.

Selain itu, Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi pun dikabarkan melarang orang dari 20 negara termasuk Indonesia. Keputusan tersebut dibuat berdasarkan otoritas kesehatan Arab Saudi untuk mengurangi penyebaran covid-19.

Dan 19 negara lainnya yaitu UEA, Mesir, Lebanon, dan Turki, Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Prancis, Italia, Irlandia, Portugal, Swiss, Swedia, Brasil, Argentina, Afrika Selatan, India, Pakistan serta Jepang.

Kampanye 3 M dan 3 T

Meski proses vaksinasi tengah berjalan di Indonesia. Kampanye 3 M yakni memakai masker, menjaga jarak aman dan mencuci tangan harus terus digaungkan dan dijalankan.

Imbauan hasil rekomendasi para ahli dan dokter itu ini perlu dipatuhi secara disiplin oleh seluruh elemen masyarakat secara disiplin. Ini demi mencegah penularan covid-19. (Foto: FreePik)

Kampanye lain yang juga sama pentingnya demi memutus rantai penyebaran ialah dengan melakukan 3 T (Testing, Tracing Treatment). Testing artinya melakukan pemeriksaan dini. Tracing berarti melakukan pelacakan. Sedangkan Treatment maknanya melakukan perawatan. Walhasil, 3 M dan 3 T harus tetap dijalankan meski vaksinasi sedang berjalan.

Aplikasi Lawan Covid 19

Sejak 23 Januari 2020 hingga 1 Februari Kementerian Komunikasi, dan Informasi menemukan ada 1402 kasus hoaks terkait dengan covid 19. Termasuk ada 97 temuan hoaks terkait vaksin covid 19.

Hoaks yang beredar di tengah masyarakat tentu bisa menghambat penanganan pandemi ini. Di tengah melawan virus, masyarakat juga mesti melawan hoaks yang meresahkan dan memberikan info yang menyesatkan. (Foto: FreePik)

Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 membangun aplikasi yang bisa diinstal untuk membantu mengatasi pandemi ini. Aplikasi itu bernama Bersatu Lawan COVID atau BLC.

Dengan aplikasi tersebut, bisa dilakukan diagnosa mandiri yang selanjutnya mendapat anjuran berdasarkan hasil diagnosa tersebut. Selain itu, aplikasi ini bisa meningkatkan kewaspadaan dengan melihat seberapa rawan daerah Anda.

Fitur lainnya, Anda akan mendapat informasi update dari sumber yang valid. Mulai dari angka terkini, rumah sakit rujukan, hingga melakukan konsultasi dokter secara online.

Aplikasi BLC ini juga telah terintegrasi dengan Data RS Online Indonesia dan digunakan oleh petugas medis untuk merekapitulasi data pemeriksaan dan penegakan diagnosis COVID-19 di seluruh Indonesia.

Sebagai muslim, ikhtiar lahiriah selain dijalankan secara optimal, juga perlu ditopang oleh ikhtiar batiniah. Bukan hanya menjalankan 3 M dan 3 T atau memakan makanan yang halal, sehat dan bergizi serta istirahat yang cukup. (Foto: FreePik)

Karena yang juga penting ialah keberserahan diri secara total kepada Allah Swt. Bahwa situasi ini bisa menjadi ajang refleksi agar semakin mendekatkan diri pada Allah baik melalui ibadah ritual maupun ibadah sosial.

Rekomendasi
Komentar
Loading...