Ketua Umum PBNU Berikan Pembekalan untuk TIDIM

Jakarta – Kamis, (19/05), Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siradj memberikan pembekalan kepada Tim Inti Dai Internasional & Media [TIDIM] di Gedung PBNU Lt. 8, Jl. Kramat Raya No. 164, Jakarta. TIDIM merupakan program Lembaga Dakwah NU yang bertujuan menyiapkan dai agar siap bertugas di luar negeri.

Dalam sambutannya, Wakil Sekretaris LDNU, KH. Wahfiudin Sakam mengutarakan jika selama 11 hari (19/05 – 29/05) 20 dai dari berbagai daerah akan digembleng di Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Ia menambahkan, selama pelatihan para dai akan mendapatkan pembelajaran terkait komunikasi, pemanfaatan media sosial, bahasa Inggris, fisik dan mental, membuat presentasi serta psikoterapi.

“Alhamdulillah untuk bulan ramadhan tahun ini, LDNU akan mengirimkan satu dai ke Amsterdam dan dua dai ke Hongkong. Untuk Australia kami masih menjalin komunikasi,” ungkap penanggung jawab program TIDIM.

Rencananya selepas Idul Fithri, LDNU akan memperkuat TIDIM dengan kemampuan bahasa Inggris agar lebih siap go International. “Insya Allah selama tiga minggu TIDIM akan intensif belajar bahasa Inggris,” ungkap KH Wahfiudin.

KH Maman Imanul Haq, anggota DPR RI Komisi VIII mengamini agar dai-dai yang memiliki basis pengetahuan Islam aswaja dan kemampuan komunikasi yang baik dapat diterjunkan ke seluruh dunia. Sebuah harapan baru bagi Islam Nusantara untuk menjadi ruh bagi perjuangan Islam yang rahmatan lil ‘alamin. “Saatnya NU dan Indonesia bagi peradaban Islam yang rahmatan lil “alamin.” tegasnya.

Pembekalan juga disampaikan oleh salah satu Ketua PBNU, KH. Manan Abdul Ghani. Ia menegaskan jika NU terus bergerak dan pergerakan dimulai dari masjid. “Saat ini kita juga sedang menjalankan program penggerak masjid. Kader dai Internasional harus mampu mengembangkan dakwah bermuara dari masjid,” pungkasnya.

Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siradj mengingatkan jika TIDIM harus memegang amanah dengan baik. Islam yang berkembang di Indonesia terbukti mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Kyai yang akrab disapa Kang Said ini menegaskan jika kita adalah pemegang amanah kebenaran. “Janganlah kita ragu untuk terus mendakwahkan kebenaran dalam kondisi apapun.” tutupnya. (Idn)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...