KH. Abdul Manaf Sampaikan Hikmah Dzikir Saat Manaqib di Medan

Medan – Ahad (20/1) KH. Abdul Manaf bin Abidalah dan rombongan dari Malaysia menghadiri Manaqib Syaikh Abdul Qadir al-Jailani di Masjid Nurul Yaqin, Medan Marelan Sumatera Utara.

Berikut ringkasan ceramah wakil talqin asal Tawau, Sabah yang diangkat oleh Syekh Ahmad Shahibul Wafa Tajul ‘Arifin (qs) pada 12 Agustus 2008.

Hidup yang diridhai Allah SWT dalam bingkai Ilâhî Anta maqshûdî wa ridhâka mathlûbî A`thinî mahabbataka wa ma`rifataka. Mereka adalah orang-orang yang senantiasa ingat kepada Allah SWT seperti yang digambarkan dalam Surat Ali Imran Ayat 191 [QS 3:191],

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”

Ilâhî Anta maqshûdî

Bagaimana menjadi orang yang dapat merasa kebersamaan dengan Allah. Dekat dengan Allah bukan bermakna bersatu, jauh dengan Allah bukan bermakna berpisah.

Seorang ulama dari Minangkabau ditanya oleh muridnya. Siapa yang dekat dengan Allah? orang yang dekat dengan Allah adalah orang yang ingat Allah. Karena Allah selalu bersama hamba yang mengingatNya. Sedangkan Orang jauh dengan Allah adalah orang yang durhaka, lupa kepada Allah.

Siapa yang sampai kepada Allah? Orang yang dalam qalbunya La Maujuda illalah adalah orang yang sampai kepada Allah. Bagaimana untuk mencapai itu ?Alatnya dengan dzikir.

Wa ridhâka mathlûbî

Orang yang berdzikir kembali kepada Allah dengan ridhaNya dan mendapatkan jaminan surga. Seperti diterangkan dalam Surat al-Fajr Ayat 27-30 [QS 89:27-30]

“Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku.” (QS. Al-Fajr: 27-30)

Orang yang diridhai Allah hidupnya nikmat walaupun rezeki yang diterima sedikit. Selalu ada ridha Allah dalam rezeki yang kita terima.

A`thinî mahabbataka wa ma`rifataka

Apakah kita sudah tau jika kita sudah dicintai oleh Allah. Qalbu yang bersih karena dzikrullah. Orang yang dicintai oleh Allah, pasti orang tersebut tidak akan merasa berat menjalankan ibadah.

Ada besi berani dan jarum. Bila didekatkan apakah kekuatan jarum yang terbang atau kekuatan besi berani yang menariknya? laa hawlaa wa laa quwwata illa billah.

Sehingga apapun yang datang dari Allah selalu nikmat walaupun bentuiknya ujian. karena ujian adalah tanda cinta Allah kepada kita.

Manaqib selain dihadiri oleh ikhwan dan akhwat dari Malaysia juga dihadiri ikhwan Langsa Aceh, Kisaran, Pulau Brandan dan Batubara. Alhamdulillah jamaah yang baru hadir mendapatkan talqin dzikir. (Idn)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...