Khutbah Jumat Ust. Nursidin: Pentingnya Dzikrullah

Jakarta – Khutbah jumat di TQN Center, Masjid Al-Mubarak hari ini (18/11) disampaikan oleh Drs. H. Nursidin M.Pd. Berikut ringkasan khutbahnya,

Dalam hadist riwayat Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah, dijelaskan, suatu saat ketika sedang mengadakan halaqah bersama para sahabat, Rasulullah menyampaikan 3 pernyataan,

  1. Maukah kalian diberikan sesuatu hal yang dengan hal tersebut dapat menjadikan engkau sangat dekat dengan Allah SWT ? Siapa yang tidak senang dekat dengan Allah SWT? Jika dekat dengan gubernur enak, dekat dengan menteri enak, presiden…apalagi. Karena mereka mempunyai banyak fasilitas yang bisa kita dapatkan dengan dekat dengan mereka. Terlebih lagi jika kita bisa dekat dengan Allah SWT yang menciptakan alam semesta.
  2. Maukah kalian diberikan sesuatu hal yang dengan hal tersebut seperti mendapatkan emas dan perak dan engkau menginfakkan emas dan perak tersebut. Emas dan perak harganya terus melambung, Siapa yang tidak mau mendapatkan emas dan perak?
  3. Maukah kalian diberikan sesuatu hal yang dengan hal tersebut kalian seperti berjihad di jalan Allah SWT, baik engkau terbunuh maupun membunuh. Orang yang mati berjuang di jalan Allah maka di alam akhirat nanti tidak akan menemui yaumil masyhar, mereka akan langsung masuk ke dalam surganya Allah SWT. Siapa yang tidak mau mati di jalan Allah?

Tentu para sahabat sangat menginginkan hal tersebaut. Dan Rasulullah SAW menyampaikan, sesuatu hal tersebut adalah dzikrullah.

Mengapa dzikrullah menjadi begitu luarbiasa? Karena dengan berdzikir kita sedang membentengi diri dari godaan setan dan iblis. Saat dikeluarkan dari surga, Iblis berdoa agar diijinkan hidup sampai hari kiamat untuk menggoda manusia dari sejak lahir hingga meninggal dunia. Maka sehebat apapun kita tidak akan luput dari godaan iblis yang menggoda dari depan, belakang, kanan dan kiri.

Allah SWT memberikan jalan keluar kepada kita. Saat kita digoda Iblis, berlindunglah kepada Allah SWT yang menciptakannya. Pada hakikatnya saat berdzikir kita sedang berharap agar didekatkan kepada-Nya.

Sesungguhnya di dalam qalbu kita ada banyak penyakit; sombong, riya, takabur, iri dan dengki. Penyakit qalbu ini membuat diri kita berjarak dengan Dia yang Maha Suci. Dan Allah juga telah memberikan jalan keluar untuk membersihkan penyakit qalbu, yaitu dengan dzikrullah.

Sebaik dan seutama dzikir adalah kalimat Laa ilaaha illallaah. Karena kalimat ini adalah kalimat agung yang dibawa oleh nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad SAW. Kalimat ini adalah kalimat ikhlas untuk mengikis segala penyakit qalbu. Maka jika kita ingin mendapatkan tiga hal yang dinyatakan oleh Rasulullah SAW, perbanyaklah dzikrullah. (Idn)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...