Khutbah Jumat Ustadz Danu: Empat Tipe Manusia Dalam Menjalani Kehidupan

Jakarta – Sesungguhnya setiap umat manusia yang terlahir di muka bumi menginginkan kehidupan yang bahagia. Sebagai seorang muslim dan umat Rasulullah SAW, kita berharap bukan hanya kebahagiaan di dunia, namun juga di akhirat.

Ada empat tipe manusia dalam menjalani kehidupan,

  1. Manusia yang sengsara di dunia namun bahagia di akhirat. Mereka adalah orang yang senantiasa hidupnya penuh dengan ujian dan cobaan. Bisa dalam hal ekonomi, sosial, bencana alam dan sebagainya. Namun dirinya tidak menyesali atas apa yang terjadi pada dirinya, melainkan tetap terus bersyukur dan bersabar. Dirinya yakin bahwa semua itu adalah ketetapan Allah SWT.
  2. Manusia yang bahagia di dunia namun sengsara di akhirat. Mereka adalah orang-orang yang senantiasa diberikan kemudahan hidup oleh Allah SWT, berupa kemewahan harta benda, jabatan, status sosial, semua mereka miliki. Tapi, amanah yang diberikan kepada dirinya tidak menjadikan dekat kepada Allah SWT, melainkan ingkar kepadaNya. Tipe orang ini senang berfoya-foya, tidak bersyukur bahkan menghalalkan segala macam cara untuk meraihnya. Yang celaka dia tidak ingat kepada hari akhir dan takut akan kematian.
  3. Manusia yang sengsara di dunia dan akhirat. Mereka adalah orang-orang yang senantiasa diuji keimanannya berupa kesulitan hidup. Sudah tahu bodoh, tidak banyak tau tentang agama, dia malah meninggalkan ulama, menjauhi majelis taklim. Tidak mau ibadah. Kerjanya hanya mengeluh, senang menyalahkan Allah SWT atas nasib yang diterimanya. Tidak pernah introspeksi diri. Dalam sebuah hadits qudsi Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Aku ini Allah, tiada ilah selain Aku, barangsiapa yang tidak bersabar atas cobaan-Ku, tidak bersyukur atas segala nikmat-Ku serta “tidak rela terhadap keputusan-Ku”, maka hendaklah ia keluar dari kolong langit (Bumi) dan cari Tuhan selain Aku”.
  4. Manusia yang hidup penuh kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Mereka adalah orang-orang yang diberikan kemudahan dalam hidup. Bisa berupa ekonomi, jabatan, kemewahan, status sosial dan sebagainya. Namun dirinya tidak lalai dengan semua itu, bahkan menjadikannya semakin bersyukur kepada Allah SWT. Hidupnya terarah dibimbing Allah SWT. Dirinya sadar bahwa semua yang diamanahkan kepadanya adalah karunia dari Allah SWT dan akan dimintakan pertanggungjawabannya.

Oleh karena demikian, apapun kondisi kita saat ini, teruslah berprasangka baik kepada Allah SWT. Ujian itu bukan hanya kesusahan, namun juga kesenangan dan kenikmatan. Tidak jarang banyak manusia yang terlena saat diberikan kesenangan. Kita berharap kepada Alllah SWT agar selalu menjaga Islam, Iman serta Ihsan kita, hingga berakhir dalam keadaan husnul khatimah.

(disarikan dari khutbah Jumat (09/02) di TQN Center, Masjid al-Mubarak, Rawamangun, Jakarta Timur)

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...