Kiai Asep: Jangan Mengejar Talqin Dzikir 7 Latifah

KH. Asep Syamsurizal Hudaya kembali menyambangi majelis manaqib Syekh Abdul Qadir Al Jilani yang diadakan Ahad pagi (04/04) di Mushalla Al Ihsan Jl Raya Warungasem Gg 10, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang Jawa Tengah.

Di dampingi istri dan tiga orang santri yang tergabung dalam GMPS (Generasi Muda Pontren Suryalaya), wakil talqin Abah Anom tengah melakukan safari dakwah di Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan dan Warungasem Kab Batang Jawa Tengah.

Sabtu sore sebelumnya (03/04), putera dari KH. Aang Muhaeminul Aziz ini sudah tiba di salah satu hotel di Pekalongan. Dan dengan diantar oleh H. Zaka Munji mengunjungi majelis ikhwan dan memberi talqin dzikir di Masjid Nurul Huda, Desa Kutosaro, Kec. Doro.

Seperti biasa manaqib di Mushalla Al Ihsan memang diadakan di setiap satu bulan sekali di hari Ahad. Dan secara khusus mengundang Wakil Talqin setiap empat bulan sekali.

Suasana manaqib. (Foto: Kholis)

Sejak pukul 08 pagi, jamaah manaqib sudah memulai aktivitas dengan melaksanakan shalat dhuha secara mandiri. Kemudian melaksanakan shalat tasbih secara berjamaah yang dilanjutkan dengan dzikir khataman.

“InsyaAllah akan kita gerakkan syiar dakwah TQN dengan mengadakan Kursus Tasawuf untuk mempelajari dan memahami tasawuf, “ujar pemangku Manaqib H. Isropin Murtadlo.

Pada saat Khidmah Ilmiah, Wakil Talqin yang diangkat pada bulan Februari 2010 ini menekankan pentingnya talqin dzikir kalimat tauhid Laa Ilaha Illallah.

Foto bersama aktivis TQN Batang. (Foto: Kholis)

Beliau juga berpesan agar istiqamah melaksanakan dzikir, dan kepada yang sudah lama ditalqin agar tidak usah mengejar-ngejar talqin dzikir 7 latifah, karena guru Mursyid sendiri yang akan mengarahkannya.

“Fokus saja untuk mengamalkan dzikir jahr minimal 165, gak usah minta dzikir 7 latifah,” pungkas beliau.

Manaqib yang dihadiri sekitar 200 jamaah dari sekitar Pekalongan dan Batang tersebut juga didukung oleh Wakil Ketua YSB Korwil Jawa Tengah KH Jamil Ardli.

Rekomendasi
Komentar
Loading...