Kiai Athorid Siraj: Ibadah Tidak Sempurna Kecuali Yang Makrifat Kepada Allah SWT

Pamekasan – KH. Khazin Sanusi dalam Manaqib Syaikh Abdul Qadir al-Jailani (qs) di Pontren al-Kautsar, Lawangan Daya Pamekasan Ahad (20/1) membahas pentingnya dzikrullah.

Menurutnya dzikrullah adalah upaya untuk membersihkan diri dari sifat-sifat mazmumah. “Kalau diri kita bersih maka ilmu Allah langsung masuk ke dalam qalbu, walaupun belum pernah kita pelajari sebelumnya,” ujarnya.

Ia mengatakan jika dzikir sudah tertanam nikmat dan musibah hakikatnya adalah sama. “Semua dari Allah, bila saatnya datang pasti akan datang. Ya kita jalani saja.”

Sebelumnya Kiai Ismail Madani mengingatkan tiga hal yang perlu kita cemaskan dalam menjalani hidup. Hal pertama adalah tentang salah dan dosa yang telah kita perbuat. Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah taubat kita diterima-Nya?

Yang kedua adalah segala macam ibadah yang kita lakukan apakah diterima Allah SWT? Dan yang ketiga adalah bagaimana nanti saat kita menghadap-Nya, apakah dalam keadaan husnul khatimah atau su’ul khatimah.

Ketiga hal itu seyogyanya bisa menjadi bahan perenungan. “Kiai Ismail menyelingi tausiyah dengan cerita-cerita yang sarat makna sambil istighafar penuh raja’ dan khauf,” ujar Laila kontributor TQNNews di Pamekasan.

Di akhir acara wakil talqin, KH. Athorid Siraj memantapkan pentingnya ber-thariqah. Penasehat Yayasan Serba Bakti (YSB) Pontren Suryalaya Perwakilan Pamekasan ini mengatakan ibadah seseorang tidak akan sempurna kecuali yang makrifat kepada Allah SWT.

Sebagai perumpamaan Kiai Athorid menggambarkan bungkus dengan isinya. “Lebih penting mana antara casing dan isi?” tanyanya kepada jamaah. Selanjutnya ia mengilustrasikan orang yang ber-thariqah dengan yang tidak ber-thariqah. Thariqah adalah jalan menuju-Nya dengan bimbingan seorang mursyid yang sempurna dan mampu menyempurnakan. (Laila/Idn)

Rekomendasi
Komentar
Loading...