Kiai Kholil Said: Apakah Keluarga Kita Sudah Ikut Belajar Dzikir?

Jakarta – Sekian tahun kita belajar dzikir, apakah suami, istri, anak-anak, orang tua kita sudah belajar dzikir juga?

Pertanyaan singkat namun padat, disampaikan Kiai Kholil Said, wakil talqin domisili Ciomas, Serang Banten saat Manaqib Syekh Abdul Qadir al-Jailani (qs) di Jakarta pekan lalu

Kiai Kholil mengatakan Pangersa Guru Syekh Ahmad Shahibul Wafa Tajul Arifin (qs) sangat menyayangi kita. “Bagaimana dengan kita, apakah kita juga sayang dengan istri, suami, anak dan keluarga kita?”

“Tentu ingin kebersamaan dengan keluarga tidak hanya di dunia, namun juga di akhirat. Alhamdulillah kita telah menerima talqin dzikir, bagaimana dengan keluarga kita?” tanya wakil talqin yang diangkat pada 1 Desember 2007.

Syekh mursyid berharap ikhwan-akhwat dapat mengamalkan, mengamankan dan melestarikan ajaran TQN Pontren Suryalaya. Salah satu mengamankan adalah dengan mengajak anggota keluarga untuk ikut belajar dzikir juga.

Jika keluarga belum juga ikut berdzikir, lakukan introspeksi. “Lihat ke dalam diri kita apakah sudah memberikan contoh yang baik?”

Mengajak anggota keluarga untuk berdzikir perlu diupayakan. Setidaknya ada 3 pesan yang disampaikan Kiai Kholil Said.

Pertama, olah terus dzikirnya, tingkatkan riyadhah. Dengan memperbanyak riyadhah akan menghaluskan rasa. Rasa akan Dia, keluarga juga seluruh makhluk-Nya.

Kedua adalah tunjukkan akhlak yang baik. Hasil dari olah dzikir adalah akhlak. Manusia lebih mudah berubah jika melihat contoh secara langsung.

Ketiga, Kenalkan pendidikan tarekat sejak dini. Bukti kita menyambung kasih sayang dari guru kepada keluarga adalah memperkenalkan putra-putri dengan pendidikan agama sejak dini. Jangan mudah putus asa, terus berharap dan berdoa. (Idn)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...