Kiai Wahfi: TQN Itu Sederhana Tapi Mengagumkan

“Islam itu agama yang sederhana tetapi mengagumkan (simple and marvel). Kedahsyatan Islam justru terletak pada kesederhanaannya,” demikian tutur KH. Wahfiudin Sakam.

Wakil Ketua MUI Pusat Komisi Pendidikan dan Kaderisasi tersebut mengutip pesan Allah dalam Surah At-Taghabun: 16

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ

“Maka bertakwalah kepada Allah semampumu”

Dengan mengutip ayat tersebut, Kiai Wahfi seperti hendak menegaskan sejak dini bahwa pengamalan ajaran Islam jangan sampai mempersulit diri apalagi mempersulit orang lain. Sebab salah satu karakteristik dari ajaran Islam adalah kemudahan. Oleh karena itu bertaqwa pun semampunya.

وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى الدِّيْنِ مِنْ حَرَجٍۗ

Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama. (Al Hajj: 78).

Kiai Wahfi juga mencontohkan bagaimana Rasulullah Saw dengan prinsip kemudahannya itu mampu menanamkan ajaran Islam sehingga menghasilkan pribadi-pribadi yang mengagumkan. Seperti Bilal yang mantan budak dan Umar bin Khattab yang mantan preman. Baca juga…

Dengan kalimat lain, Nabi Muhammad Saw membawa Islam membumi bahkan diterima oleh mereka yang badui (awam) sekalipun. Sehingga jika ditelusuri sejarahnya akan didapati fakta bahwa beliau mampu mentransformasi masyarakat yang berasal dari berbagai kalangan.

Salah satu kesuksesan Nabi Muhammad Saw dalam berdakwah ialah amat menghindari sesuatu yang akan menyulitkan atau memperumit umatnya. Oleh karena itu beliau bersabda,

إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ، وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلاَّ غَلَبَهُ، فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا

Sesungguhnya agama itu mudah. Siapa pun yang membuat agama menjadi berat akan dikalahkannya. Maka luruskanlah (kerjakan dengan benar), dekatilah (kerjakan semampunya yang mendekati kesempurnaan), dan berilah kabar gembira. (HR. Bukhari).

TQN Is Simple & Marvel

“Maka kita dalam ber-TQN jangan menyulitkan diri. Amaliah-amaliah yang diajarkan oleh Mursyid jangan dibikin rumit,” tegas Kiai Wahfiudin Sakam yang juga merupakan wakil talqin dari Abah Anom.

Kiai Wahfi mewanti-wanti dengan penuh kewaspadaan agar amaliah yang sudah digariskan oleh Syekh Mursyid jangan sampai ditambah-tambah atau pun dikurang-kurangi. Sebagaimana maklumat pangersa Abah Anom No: 43.PPS.XII.1994. Baca juga…

Kiai asal Betawi tersebut mengingatkan jangan sampai -baik itu dengan alasan merasa paling akrab dan dekat dengan Abah Anom, apalagi sekadar mempertontonkan kepintaran atau merasa memiliki rahasia karamah- kemudian membuat rumit amaliah TQN.

Mantan Mudir Aam JATMAN tersebut bahkan dengan tegas mengatakan amaliah TQN itu sederhana tetapi mengagumkan. “Lakukan saja kewajiban sebagai ikhwan/akhwat TQN berupa: 1. Dzikir Harian. 2 Dzikir Khatm. 3. Dzikir Manaqib. Sederhana, kan?,” sambung Dewan Pakar LDTQN Pusat tersebut.

Wakil talqin yang diangkat pada tahun 1998 juga kembali mengingatkan maklumat dari Abah Anom (No: 03.PPS.V.2002) agar ikhwan TQN tetap mengamalkan, mengamankan dan melestarikan TQN Pontren Suryalaya, berikut Tanbih dan untaian mutiara.

Karena itu, Kiai Wahfi berpesan agar jangan membuat rumit TQN dengan segala macam teori kemursyidan karena sudah jelas. Begitu juga dengan teori badal talqin yang dinilainya justru rumit dan tiada berguna.

Selain itu, Kiai Wahfi juga mengingatkan kepada seluruh ikhwan/akhwat bahwa dalam TQN kedudukan itu cuma dua, yakni menjadi murid dan menjadi mursyid. Maka dari sini, semua murid itu sama derajatnya, hanya ketakwaan yang membedakan. Oleh karena itu jangan sampai ada pihak yang mengembangkan feodalisme baru dalam TQN.

Dalam maklumat No : 37.PPS.IX.1990 disebutkan “dipermaklumkan bahwa menjadi Wakil Talqin sama dengan mereka yang tidak ditunjuk menjadi Wakil Talqin, hanya bedanya Wakil Talqin mendapat izin untuk membantu memberikan Talqin Dzikir Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah..,” demikian cuplikan maklumat yang ditandatangani Abah Anom pada 14 September 1990.

Kendati demikian, Kiai Wahfi yang juga Wakil Talqin menekankan agar menghormati Wakil Talqin sewajarnya berdasarkan ilmu, akhlak, usia, dan fungsinya. Tak usah dilebih-lebihkan, juga melebih-lebihkan diri.

Bekerja Sesuai Tupoksi

Sesuai dengan wasiat Abah Sepuh dalam Tanbih dan maklumat Abah Anom agar menghayati tanbih dan mengamalkannya, Kiai Wahfi juga mengajak seluruh elemen yang berkhidmat untuk TQN Pontren Suryalaya mulai dari yang aktif di YSB, LDTQN, Ibu Bella, GMPS untuk bekerja saja dengan baik sesuai tupoksi (tugas pokok dan fungsi).

Ia pun mengingatkan, bahwa jabatan dalam organisasi di lingkungan TQN Pontren Suryalaya bersifat fungsional dan efektif. Dengan kalimat lain, karya nyata lah yang ditunggu dari setiap organisasi tersebut, demi melayani dan memudahkan ikhwan akhwat TQN Pontren Suryalaya bukan sebaliknya. Baca juga…

Ketua Penasehat LDTQN DKI Jakarta tersebut sekali lagi mengajak seluruh ikhwan TQN untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan serta kerjasama dalam mengamalkan, mengamankan dan melestarikan TQN Pontren Suryalaya. Selalu berhati-hati dalam mengambil langkah, jangan membuat persoalan baru yang bisa menimbulkan perdebatan terlebih jadi perpecahan.

Termasuk membincangkan karamah-karamah yang gaib, sebab kata Kiai Wahfi hal tersebut berpotensi membuat seseorang terjebak dalam zindiq dan perdukunan. Sebagaimana termaktub dalam maklumat No : 123/PPS.VI.1996 yang melarang menceritakan dan berhati-hati terhadap karamah atau miftahul ghaib.

Terakhir, beliau berpesan, amaliyah TQN yang sederhana tapi dahsyat mengagumkan dari Guru Mursyd yang Kamil Mukamil jangan ditambah-tambahi, atau dikurangi. Juga tak usah dimodifikasi sehingga menimbulkan kerumitan.

Sebab, dalam berdakwah, Rasulullah Saw berpesan kepada para sahabatnya,

يَسِّرُوا وَلَا تُعَسِّرُوا

“Permudah, jangan kalian persulit” (HR. Bukhari).

#tqn #marvel #wahfiudin

Rekomendasi
Komentar
Loading...