Kiai Wahfiudin: Jadilah Santri yang Rijalullah

Jakarta – Menurut KBBI santri adalah orang yang sedang menuntut ilmu agama Islam. Sebagian berpendapat santri dari bahasa sansekerta yang artinya “melek huruf”. Ada yang mengatakan asal kata santri dari bahasa Jawa cantrik, setia mengikuti gurunya ke manapun pergi.

Masa depan bangsa ada di tangan pemuda. Generasi muda kalangan santri memiliki peran besar membangun kejayaan agama dan negara. Untuk membangun bangsa seorang santri harus memiliki learning ability atau kemampuan belajar.

Dalam sebuah wawancara, Wakil Talqin TQN Pontren Suryalaya Kiai Wahfiudin Sakam membagikan tips menjadi seorang santri dengan kemampuan belajar yang prima.

Menurut Kiai Wahfiudin ketika guru menyampaikan pelajaran kemampuan memahami yang diterima santri sangat beragam. Ada yang paham 70 persen, 50 persen bahkan 30 persen. Namun sangat memungkinkan ada yang bisa paham lebih dari 150 persen.

“Bagaimana mungkin santri bisa memahami lebih dari pemahaman yang guru ajarkan, kok bisa?”

“Bisa! karena ilmu sumbernya bukan di guru, ilmu sumbernya bukan di kitab. Ilmu itu sumbernya dari Allah (swt).” ujar Kiai Wahfiudin.

Selanjutknya Wakil Ketua Komisi Pendidikan MUI Pusat ini mengatakan santri-santri yang rajin menjaga kebersihan diri akan dilimpahkan ilmu oleh Allah (swt). Dengan terus menyambungkan diri kepada Al-‘Alim, proses belajar mengajar akan menjadi lebih maksimal.

Guru boleh saja menguasai pelajaran. Sangat mungkin penyampaian guru tidak baik dan lancar, namun santri yang menjaga kebersihan qalbu akan mendapatkan limpahan kepahaman dan sumber-sumber inspirasi lainnya.

Disamping menjaga kebersihan qalbu, tekun belajar, khidmat kepada guru juga menjadi wasilah mendapatkan kemanfaatan dan keberkahan ilmu yang dipelajari.

Bagaimana pun juga guru lebih dulu belajar melalui proses yang panjang. Ketika guru ikhlas dengan santrinya dan santri ikhlas dengan gurunya akan mewujudkan keberkahan.

“Nah, jadi santri tidak perlu khawatir, selalu sambungkan diri ke Allah (swt). Sumber ilmu, kepahaman, rizki, kekuatan, inspirasi, hidayah semuanya dari Allah (swt). Manusia hanya perantara saja. Maka jadilah santri yang rijalullah. (Idn)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...