Kiai Wahfiudin: Kita Penuhi Langit Negeri Ini Dengan Dzikrullah

Sesungguhnya semua yang terjadi di alam semesta tidak lepas dari iradah dan qudrah Allah swt. Sebagai pengamal thariqah kita tidak akan kehilangan orientasi kehidupan karena terus bersama Lā ilāha illā Allāh.

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ…

…Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah qalbu menjadi tenteram. (QS. Ar-Ra’d Ayat 28).

Jika ada yang risau, gundah, gelisah dengan kondisi yang terjadi saat ini, lakukan introspeksi. Apa tujuan dzikir kita? bagaimana kesungguhan amaliah kita?

Rutinitas bisa membuat kita kehilangan tujuan.

اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ ۙ

Tunjukilah kami jalan yang lurus, (QS. Al-Fatihah Ayat 6).

Artikel Terkait: Nasihat Pangersa Abah Untuk Ikhwan Akwat

Jayakan kami, tunjukkan kami jalan yang lurus. Hidup ini akan terlaksana dengan baik karena hidayah Allah. Jangan mengedepankan al-hawa, ego, pikiran, dan khayal. Selalu kedepankan Allah, prioritaskan Allah. Allah…Allah.. Allah…

Buktikan kebajikan yang bersumber dari kesucian. Bersihkan terus qalbu dan sambungkan kepada Allah.

Bukti kita dzikir kepada Allah dan Allah dzikir kepada kita bahwa ada perhatian dari Allah. Perhatian itu berupa karamah dan barakah. Teruslah introspeksi diri.

Dalam tanbih,

“Tuhan yang Maha Esa telah memberikan contoh, yakni tempat maupun kampung, desa maupun negara yang dahulunya aman dan tenteram, gemah ripah loh jinawi, namun penduduknya/penghuninya mengingkari nikmat-nikmat Allah, maka lalu berkecamuklah bencana kelaparan, penderitaan dan ketakutan yang disebabkan sikap dan perbuatan mereka sendiri”.

Pakaian adalah sesuatu yang diselubungkan. Jika sudah diselubungkan tidak bisa lari. Allah selubungkan lapar dan takut. Semua itu terjadi atas apa yang mereka perbuat. Keingkaran yang menyebabkan kita takut dan khawatir. 

Ujian adalah sesuatu yang pasti.

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

Ada sebuah kaligrafi di Masjid Nurul Asror, Pontren Suryalaya,

Bersabda Rasulullah S.A.W: “Berlindunglah kamu sekalian kepada Allah dari kekhusyuk-an orang orang munafik. Para sahabat bertanya: “Apa yang dimaksud kekhusyuk-an orang orang munafik itu ya Rasulullah? Rasulullah menjawab: “Khusyuk tubuh (badan) kemunafikan hati (nifaqul qalbi). Kemudian Rasulullah melanjutkan: “Barangsiapa banyak berdzikir kepada Allah maka dia telah terbebas/terlepas dari kemunafikan (sifat sifat munafik). 
(Hadits Riwayat Tabrani)

Artikel Terkait: Rahasia Dzikir TQN

Dzikurllah adalah kunci untuk terbebas dari kemunafikan, kegelisahan, kegalauan.Manqabah ke-7 tentang kebiasaan Syekh Abdul Qadir al-Jailani (qs) setiap malam digunakan untuk ibadah shalat dan dzikir, memberikan contoh dan keteladanan kepada kita. Pangersa Abah dalam usia sepuh pun masih mengintensifkan ibadah.

Kini saat kita banyak di rumah, kesempatan perbanyak ibadah. Perbanyak shalat dan dzikir. Cukup sudah terseret arus komunikasi di media sosial yang tidak berfaedah.

Corona Virus (CoVi) bukan makhluk hidup. Ia hanya microorganism berupa molekul-molekul yang didominasi protein jenis RNA. CoVi mencari sel-sel tubuh manusia yang cocok struktur molekulnya, lalu protein RNA CoVi memengaruhi protein RNA sel tubuh manusia, sehingga rusaklah sel tubuh.

Perbanyak frekuensi dzikrullah, maka frekuensi CoVi dan sel tubuh manusia akan mengalami sinkronisasi, tidak akan muncul kerusakan. Sekali lagi, CoVi bukan makhluk hidup yang punya keinginan sendiri (al-hawa). Ia hanya menjalani takdir Allah yang sudah melekat di dalam dirinya. Ia hanya menjalankan tugas dari Allah.

Artikel Terkait: Cara Memantapkan Tauhid

Bukan virus yang menjadi musuh kita. Menyebarnya virus di banyak tempat, terduplikasi, karena ada kekuatan lain yang memiliki rencana. Allah-lah yang Maha Cerdas dan Berkehendak.

Perbanyak istighfar. Kembalikan semuanya kepadaNya, Lā ilāha illā Allāh. Total, jangan lagi terseret dorongan al-hawa, kecemasan hingga terkecoh. Ada Allah.

Segala sesuatu akan ada akhirnya, ada masanya kecuali Allah.

Sebagai murid thariqah kita selalu dibimbing wali mursyid. Dengan bimbingan beliau kita penuhi langit ini dengan dzikrullah.

(KH. Wahfiudin Sakam, Wakil Talqin TQN Pontren Suryalaya. Disampaikan saat manaqib daring, Senin 20 April 2020)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...