Kiai Wahfiudin: Zaman Sekarang Eranya To Experience

Abu Dhabi – Membangun wawasan global bukan hanya dari bangku kuliah dan membaca buku saja. Ada sebuah cara lain yang terbilang unik, travelling. 

Kiai Wahfiudin mendorong ikhwan dan akhwat TQN Pontren Suryalaya untuk banyak melakukan perjalanan ke berbagai negara. Studi dan banyak membaca sangat penting. Akan menjadi lebih cepat jika ditambah melakukan Travelling. 

“Saya dorong para pengamal TQN banyak melakukan perjalanan ke berbagai negara. Bangun wawasan global dengan mengunjungi, melihat dan merasakan, serta mengalami (experiencing). Jangan terpaku dengan bangku kuliah,” ujarnya melalui pesan singkat saat transit di Abu Dhabi menuju Madinah untuk umrah.

Menurut wakil talqin yang diangkat Pangersa Abah pada tahun 1998 ini, perkembangan informasi dan teknologi yang begitu pesat telah membawa perubahan besar dalam berbagai industri. Tour and Travel salah satunya.

Setiap orang saat ini bisa lebih mudah melakukan perjalanan, mulai dari pesan tiket, penginapan, transportasi lokal, wisata dan sebagainya. Terlebih lagi dengan adanya berbagai macam promo yang sering ditawarkan maskapai.

Kiai Wahfiudin bercerita 10 tahun yang lalu pernah mengunjungi perwakilan Dompet Dhuafa di Hongkong, bertemu dengan Buruh Migran Indonesia (BMI). Setiap akhir pekan mereka mendapatkan jatah libur. Beberapa buruh migran yang dijumpai ada yang kuliah sabtu di universitas di Hongkong.

“Kemarin Rabu (13/11) dalam perhelatan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF)  yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia di JCC, saya jumpa dua alumni BMI. Mereka sudah bergelar S2.”

Mereka membentuk organisasi Purna Buruh Migran. Mengembangkan Lembaga Pembiayaan Mikro Berbasis Syariah di beberapa daerah dengan mengelola dana puluhan milyar. Dan mereka menjadi pembicara di salah satu forum festival itu, bersama ahli-ahli ekonomi syariah dari luar negeri, dengan bahasa Inggris yang fasih,” sambung Wakil Ketua Komisi Pendidikan & Kaderisasi MUI Pusat.

Menurut Kiai Wahfiudin buah dari pengembaraan ke luar negeri banyak manfaatnya.

Di zaman teknologi infokom segala informasi dan pengetahuan sudah tersebar luas di internet. Sekadar menjadi pinter mudah dan itu tidak cukup. Diperlukan karakter dan keahlian lainnya.

“Kader dai selain perlu kreatif dan inovatif harus memiliki keberanian, sikap mental yang elegan disertai karakter dan integritas moral yang kokoh. Dai juga harus memiliki kemampuan berkomunikasi dengan bahasa asing dan menjalin network. Semua itu memerlukan proses tersendiri dan pengalaman,” sambung Mudir Aam JATMAN.

Travelling bisa mempercepat penguatan karakter dan peningkatan keahlian. Zaman sekarang bukan lagi to have, dan to be tetapi lebih penting lagi to experience. Travelling akan membawa pelakunya mengalami berbagai pengalaman berharga yang tidak bisa dijumpai di bangku kuliah maupun rak-rak buku. (Idn)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...