Kisah Aliyadi, Guru SD Sekaligus Penggerak TQN di Karimunjawa

Jakarta – Dakwah bisa dilakukan oleh siapa saja, kapan saja dan di mana saja. Kalimat ini mungkin cocok dengan kisah Pak Aliyadi, seorang guru SD di Karimunjawa, Kabupaten Jepara.

Ia bercerita, tahun 2006, ada dua orang yang telah mengamalkan Tarekat Qadiriyyah Naqsyabandiyyah (TQN) Pontren Suryalaya di Pulau Karimunjawa. Mereka adalah Pak Sudar dan Pak Badrun. “Merekalah yang mengenalkan dzikir TQN kepada saya dan Pak Abdul Rosyid, Carik di Karimunjawa.” ujar Pak Aliyadi

Setelah mendapatkan talqin dzikir, ia berupaya mengamalkannya secara rutin tiap selesai menunaikan shalat fardhu. “Mulanya hanya untuk diri sendiri. Setelah saya perdalam, saya merasa berdosa kalau ilmu ini tidak saya sampaikan kepada yang lain,” ungkapnya sambil mengenang masa itu.

Mulailah ia berdakwah ke lingkungan sekitar. Profesinya sebagai guru memudahkan ia menjelaskan apa itu tasawuf dan tarekat. Walaupun pada masa awal banyak celaan yang menghampiri, ia tetap terus istiqamah menjalankan dzikir. “Tarekat itu sesat, dzikir yang kami praktekkan sesat, tidak ada dalilnya, dan macam-macam lainnya.” begitu katanya.

Bagi Pak Aliyadi penolakan tidak jadi masalah. “Mereka begitu karena ketidaktahuan mereka. Adalah tugas kita memberitahu dan mengajak. Semoga hidayah masuk dan mereka bisa ikut berdzikir.” ujar Ketua YSB PP Suryalaya, Pembantu Perwakilan Karimunjawa.

Guru yang mengajar di SDN 1 Kemujan ini melanjutkan kisahnya. “Alhamdulillah ada wakil talqin yang tinggal di Semarang, Kyai Anhari Basuki. Suatu saat ketika beliau mengadakan kunjungan ke Karimunjawa tahun 2007, saya dan teman-teman kumpulkan warga untuk mendapatkan talqin dzikir,” ungkap guru SDN 1 ini.

Kini Pak Aliyadi semakin bersemangat untuk mengembangkan dakwah TQN di Karimunjawa. Terlebih setelah kedatangan Kyai Wahfiudin dari Jakarta. “Insya Allah tokoh dan ulama-ulama di Karimunjawa semakin menerima kehadiran TQN Suryalaya,” kata ia.

Saat ini kurang lebih sudah ada sekitar 40 lebih ikhwan TQN Suryalaya di Karimunjawa. Dzikir khatam diadakan dua kali dalam seminggu selepas isya. Hari selasa di kantor aula sekretariat, dan sabtu keliling di rumah warga. Sementara manaqib diadakan setiap tanggal 12 bulan hijriyah, juga selepas isya.

Rumah Pak Aliyadi kini juga merangkap kantor sekretariat. Ia pun baru saja membangun aula kecil di samping rumahnya bulan lalu. Rencananya selain untuk tempat dzikir, aula tersebut akan difungsikan sebagai perpustakaan anak. (Idn)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...