Kisah Berjumpa Syekh Muhammad Hilmi Al-Qodiri di Alexandria, Mesir

Syekh Muhammad Hilmi Al-Qodiri adalah keturunan Syekh Abdul Qodir Jailani (qs) ke-17.

Maulana Syekh ‘Alaa Musthofa Na’imah pernah bercerita bahwa gurunya yang bernama Maulana Syekh Muhammad Hilmi Al-Qodiri adalah ulama yang sangat tawadhu’ kepada siapapun, bahkan kepada seluruh murid-muridnya.

Suatu hari Syekh ‘Alaa menelpon Syekh Muhammad Hilmi. Ada hal yang membuatnya terkagum-kagum seusai memberi salam. Syekh Hilmi menjawab salam, “Wa’alaykumussalam Fadhilatu Maulana Syekh ‘Alaa.”

Merasa tidak pantas dipanggil seperti itu, Syekh ‘Alaa mengingatkan Syekh Hilmi jika dirinya bernama ‘Alaa, tanpa diawali dengan Fadhilatu Maulana Syekh. Karena menurut Syekh ‘Alaa tidak mungkin jika seorang guru memanggil muridnya dengan sebutan agung seperti itu.

Seketika Maulana Syekh Hilmi mengulang dengan panggilan yang sama, “Fadhilatu Maulana Syekh ‘Alaa”. Syekh ‘Alaa pun kembali mengingatkan dan Syekh Hilmi pun kembali menyapa dengan panggilan yang sama.

Ikhwan TQN Pontren Suryalaya yang sedang kuliah di Al-Azhar, Mesir, bulan september yang lalu mengunjungi Syekh Hilmi. Ulama sufi yang mempunyai nasab sampai kepada Sayyiduna Hasan dari jalur ayah, dan Sayyiduna Husein dari jalur ibu menerima kunjungan dengan sangat senang.

Selama kunjungan kami menyaksikan tutur kata beliau yang santun, kesederhanaan dalam hidup dan ketawadhuan kepada siapapun termasuk murid-muridnya.

Saat berpamitan kami memohon doa agar diistiqamahkan dalam amaliyah dzikir sambil menunjukkan buku Uquudul Jumaan. Syekh Hilmi langsung mencium buku tersebut dan memujinya dengan suara lirih.

Terima kasih Syekh…

Ditulis oleh Ustadz Reza Saepudin Wahid Ikhwan TQN Pontren Suryalaya, Kuliah di Univ. Al-Azhar Cairo, Mesir.

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...