Kisah Deni, Bikers Bekasi yang Gemar Touring Ziarah

Jakarta – Banyak kisah spiritual yang dialami murid-murid Syaikh Ahmad Shahibul Wafa Tajul ‘Arifin (qs). Tidak terkecuali yang dialami oleh Deni Wahyudinata, bikers yang memiliki hobi ziarah.

“Suatu saat pada Ahad pagi saya berencana pergi manaqib ke TQN Center. Sedih,  keuangan lagi tongpes dan bensin di tangki motor hampir habis. Padahal manaqib tinggal beberapa jam lagi,” ujar Deni melalui pesan singkat.

Dalam kondisi itu Deni membayangkan dan memunculkan rasa mahabbah kepada para masyayikh. Dalam hati ia berkata, “Kalau saja ada sedikit uang yang cukup untuk beli bensin saya akan berangkat manaqib,” kenangnya.

Tetiba, beberapa saat kemudian datang seseorang mengendarai motor lalu memanggil dirinya yang sedang berada di halaman. Ternyata orang itu bermaksud membeli daun salam yang ia tanam persis di balik pagar besi pekarangan.

Semua batang daun salam hampir habis terpetik. Orang itupun memberikan sejumlah uang kepada saya. “Alhamdulilah cukup untuk berangkat manaqib ke Rawamangun,” kata alumni UIN Syarif Hidayatullah Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris.

Deni dengan rekannya touring ke Lampung

Pengalaman ini membuat Deni lebih yakin bahwa mursyid mengetahui gerak qalbu setiap muridnya. “Tuan Syaikh Abdul Qadir dan Pangersa Abah mengetahui apa yang menjadi kegundahan kita.”

Kisah lainnya saat touring  sendirian ke Pontren Suryalaya mengendarai sepeda motor. Deni memiliki kebiasaan mencuci motor agar tiba di Suryalaya motor dalam keadaan bersih.

“Waktu itu di Pamoyanan selesai motor dicuci, alhamdulillah mogok. Berkali-kali di-starter gak nyala, di-kick starter juga gak nyala,” cerita pemuda yang tinggal di Jatisampurna, Bekasi.

Cukup lama Deni mencoba hingga lelah. Akhirnya ia rabithah  kepada Pengersa Abah sambil sedikit curhat. “Abah, saya mau manaqib, motor mogok.”

Setelah membayangkan wajah Abah, Deni menyalakan motor. “Alhamdulillah langsung nyala!” ungkapnya. Ia pun melanjutkan perjalanan menuju Pesantren Suryalaya.

Deni gemar melakukan ziarah ke makam para wali, mengunjungi ulama sufi dan pondok pesantren mengendarai sepeda motor. Beberapa destinasi yang pernah ia kunjungi antara lain; Makam Pangersa Abah Anom dan Abah Sepuh di Pesantren Suryalaya; Makam Habib Anis bin Alwi al-Habsyi Solo; Makam Pahlawan Raden Intan di Lampung. (Idn)

 

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...