Kisah Jarum dan Rabiah Al-Adawiyah

Dalam sebuah kisah sufi, diceritakan pada suatu malam Sayidah Rabiah Al-Adawiyah sedang di luar rumahnya mencari sesuatu. Pada saat yang bersamaan lewatlah Syekh Hasan Bashri. Mereka telah berteman baik sejak lama.

Melihat Sayidah Rabiah Al-Adawiyah seperti kebingungan, Syekh Hasan Basri pun kemudian bertanya, “Wahai Rabiah, apa yang sedang kamu cari?” Rabiah menjawab, “Aku sedang mencari jarum.”

“Apakah kamu ingat terakhir kamu memakainya dan kemungkinan menjatuhkannya?” tanya Syekh Hasan Basri. Sayidah Rabiah menjawab, “Tentu saja. Aku tadi memakainya di dalam rumah dan jarumku jatuh disana.”

Sambil tertawa Syekh Hasan Basri kembali bertanya, “Wahai Rabiah, bagaimana mungkin kamu mencari jarum yang jatuh di dalam rumah namun kamu mencarinya di luar rumah?”

Rabiah kembali menjawab, “Karena di dalam rumah gelap. Sedangkan di luar sini banyak lampu sehingga lebih terang.”

Tawa Syekh Hasan Basri semakin lebar, ”Kamu ada-ada saja Rabiah. Jika jarummu ada di dalam rumah, sedangkan rumahmu itu gelap, maka terangilah rumahmu dengan lampu. Maka nanti akan ketemu jarummu.”

Mendengar jawaban Syekh Hasan Basri, Sayidah Rabiah langsung tersenyum.

Syekh Hasan Basri menyadari bahwa Sayidah Rabiah sedang memberikan sebuah hikmah dan pelajaran untuk dirinya.

Saat mengalami permasalahan, hidup terkadang berubah menjadi gelap, suram dan sempit. Kita tergoda mencari jalan pintas untuk keluar dari masalah, bahkan mencari “kambing hitam.” Padahal alih-alih menentramkan justru menjauhkan kita dari Allah SWT.

Pada hakikatnya semua masalah timbul dari dalam diri sendiri. Ketika merasa gelisah, stress, depresi dan sebagainya, bisa jadi ini salah satu indikasi ada kegelapan dalam dirinya. Qalbu masih belum bersih dan bening.

Qalbu yang bersih penuh dengan cahaya Ilahi, sehingga mudah untuk melihat akar dari semua permasalahan hidupnya. Muncul kesadaran bahwa apa pun yang terjadi bukanlah masalah ketika dihadapkan pada kasih sayang-Nya.

Allah SWT tidak akan pernah memberikan suatu cobaan pada hamba-Nya melainkan dengannya akan meningkat kedewasaan spiritual.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah SAW pernah berdoa, “Ya Allah, jadikanlah di dalam hatiku cahaya dan di dalam lisanku (juga) cahaya. Jadikanlah di dalam pendengaranku cahaya dan di dalam penglihatanku (juga) cahaya. Jadikanlah dari belakangku cahaya dan dari depanku (juga) cahaya. Jadikanlah dari atasku cahaya dan dari bawahku (juga) cahaya. Ya Allah, berilah aku cahaya.”

Ketika qalbu seseorang telah dipenuhi dengan cahaya Ilahi, ia akan merasakan kelapangan dan keluasan dalam dadanya. Semua permasalahan akan bisa teratasi dan mudah diselesaikan.

Cara agar qalbu selalu bercahaya tidak lain dengan memperbanyak dzikrullah.

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...