Konsep Wisata Kreatif Tingkatkan Ekonomi. Bagaimana Peluang Wisata Religi?

Jakarta – Wisata telah menjadi sebuah keharusan bagi banyak orang. Industri wisata dari waktu ke waktu menunjukkan trend yang meningkat.

Indonesia dengan segala potensinya memiliki daya tarik yang kuat bagi wisatawan untuk datang. Tantangannya kita belum bisa membuat wisatawan tinggal lebih lama di daerah tujuan wisata.

Direktur Hubungan Antar Lembaga Dalam Negeri Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Hasan Abud mengatakan Indonesia kaya dengan wisata alam namun belum tentu membuat waktu berkunjung menjadi lebih lama.

“Keunggulan alam perlu diikuti layanan subsektor industri kreatif,” ujarnya seperti dikutip saat membahas Indeks Daya Saing Pariwisata 2017 yang dikeluarkan Forum Ekonomi Dunia (WEF) Selasa (13/8).

Menurutnya sektor pariwisata dan industri kreatif tidak bisa dipisahkan. Jika kedua sektor ini mampu tumbuh kembang beriringan akan meningkatkan waktu tinggal. Otomatis nilai belanja wisatawan juga meningkat.

Salah satu sektor yang menjanjikan adalah wisata religi.

Rihlah Shufiyah Jelajah Cirebon

Dalam Focus Group Discussion yang diadakan Kementeria Pariwisata di Pontren An-Nawawi Tanara, Serang, Banten Rabu (14/8) dibahas langkah-langkah mengidentifikasi dan memberikan pemahaman pengelolaan wisata religi dan wisata pedesaan.

Menurut Asisten Deputi Pengembangan Wisata Budaya Kemenpar Oneng Setya Harini pengembangan wisata religi memiliki masalah mendasar seperti manajemen pengelolaan kawasan, kemampuan guide dalam menyampaikan storytelling serta mengemasnya dengan prinsip go digital.

Salah satu pelaku wisata religi Nugraha Romadhan mengatakan Indonesia kaya akan destinasi wisata religi seperti pondok pesantren, masjid, makam para wali, situs-situs peninggalan bersejarah. “Jika semua bisa diintegrasikan dengan wisata kuliner, belanja dan budaya menjadi lebih menarik dan memberdayakan ekonomi masyarakat lokal,” terangnya.

Nugraha menyampaikan ada kecenderungan saat ini wisatawan ingin melakukan wisata yang penuh makna, bukan sekedar jalan-jalan. “Alhamdulillah program Rihlah Shufiyah yang kami padukan dengan wisata kuliner, belanja dan budaya selalu diterima masyarakat.” (Idn)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...