Kunci Sukses Tahfidz Quran Pesantren Sam’an Darushudur

Bandung – Pesantren Tahfidz Disabilitas Netra Sam’an Darushudur terus berupaya melalui berbagai langkah agar kegiatan pesantren tetap berjalan. Salah satunya adalah dengan mengadakan pelatihan tahfidz dengan menggunakan metode Hafal Tanpa Menghafalkan (HATAM), Kamis (3/9/2020).

Pesantren yang berada di Cimenyan Bandung ini telah memasuki tahun ketiga dan menghasilkan para penghafal Quran dengan variasi hafalan yang berbeda. Pimpinan Pondok Pesantren Sam’an, Ustadz Dr. Ridwan Efendi mengatakan bahwa para penghafal kini ada yang sudah sampai 12 Juz dalam waktu 2 tahun.

“Berawal dari pertemuan singkat di tahun 2015, program pelatihan quran yang dihadiri oleh beberapa disabilitas netra, Alhamdulillah atas izin Allah dari program-program rutin sederhana menjadi pesantren yang kini jumlahnya 31 orang disabilitas netra,” ujar Ridwan.

Pelatihan Tahfidz Sam’an berhasil menghadirkan Founder Metode Hatam itu sendiri Ust. Abdul Latif beserta 50 Alat Bantu Tahfidz berupa Speaker HATAM yang dikumpulkan dari para donator. Abdul Latif mengatakan bahwa kunci dalam menghafal Al-Quran dalam metode HATAM itu sederhana, yaitu Ulang-ulang, Multimedia dan Irama.

“Metode Pengulangan HATAM bukan per-ayat seperti pada umumnya. Namun pengulangannya pernafas, bahkan bisa diulang perpotongan kecil yang terdiri dari beberapa kata saja. Sehingga memudahkan menghafal untuk semua usia. Kedua Multimedia, berupa Aplikasi yang dapat diunduh dari berbagai platform melalui Playstore dan Appstore membuat hafalan menjadi lebih kuat, karena panjang pendek bacaan dan nada tidak berubah. Dan terakhir adalah Irama yang menguatkan hafalan dan mengunci tajwid sehingga hafalan jauh lebih berkualitas. HATAM menggunakan 7 Naghomatil Qur’an yang menjadikan hafalan semakin nikmat untuk didengar dan diikuti,” jelas Abdul Latif.

Latif mengatakan di era digital ini menghafal Quran semakin mudah, jadi sudah tidak ada alasan lagi bagi siapapun untuk tidak menghafal Quran, karena teknologi semakin berkembang. Latif menambahkan bahwa HATAM sendiri saat ini telah memiliki pengguna lebih dari 8.000 orang yang tersebar di seluruh Nusantara. Bahkan sebanyak 20 speaker HATAM telah sampai ke New York, Amerika Serikat dan digunakan oleh para mahasiswa di sana untuk menghafal Quran.

“Kami juga mensupport Pelatihan Tahfidz Quran terutama yang berkaitan dengan disabilitas netra, termasuk Pesantren Sam’an ini. Kami merasa bahagia karena meskipun di tengah berbagai kesulitan, baik fisik, ekonomi, tenaga dan waktu, para disabilitas netra masih berupaya untuk menghafal ayat-ayat Allah,” imbuhnya.

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...