Kunci Utama Visionary Leadership

Inisiatif bisa dibilang membuat langkah pertama dalam mengusahakan sesuatu. Inisiatif juga berarti prakarsa, tindakan mula-mula yang dimunculkan seseorang.

Sehingga seorang memprakarsai artinya memelopori, mengusahakan dan mengikhtiarkan untuk pertama kali sebelum orang lain melakukan.

Anthony Robbins, motivator pengembangan diri berkata success comes from taking the initiative (keberhasilan itu bermula dari inisiatif).

Burt Nanus, Profesor Emeritus di University of Southern California dalam bukunya Visionary Leadership meletakkan inisiatif (initiative) bagian dari Megaskill of Leadership.

Artinya untuk menjadi leader, skill inisiatif penting untuk ditumbuh kembangkan. Karena pemimpin yang hebat punya daya jangkau penglihatan yang jauh ke depan (visioner).

Karena punya visi ke depan itulah seorang pemimpin akan melakukan inisiatif-inisiatif sesuai dengan tuntutan zaman. Dari sini kemudian inisiatif menjadi kunci bagi visionary leadership.

Dalam tataran aplikatifnya, inisiatif membutuhkan kepekaan serta kecerdasan emosional dan spiritual serta keberanian tindakan untuk memulai, atau lebih tepatnya keikhlasan untuk meneladankan kebaikan.

Inisiatif bukan lagi sekadar ide atau gagasan tapi bagaimana mengeksekusinya sehingga yang tadinya abstrak dalam benak menjadi kongkrit dalam tindakan.

Ilustrasi. (Foto: FreePik)
Inisiatif dalam Islam

Islam memuji orang yang berinisiatif, sebagaimana sabda Nabi Saw, Siapa yang lebih dahulu melakukan kebaikan di dalam Islam, maka ia mendapatkan pahala dari kebaikannya dan juga pahala dari orang yang meniru perbuatannya, tanpa dikurangi sedikitpun pahalanya. (HR. Muslim).

Imam Nawawi dalam Al Minhaj Syarah Shahih Muslim mengatakan hadis ini menganjurkan untuk memulai (ibtida’) melakukan aneka kebaikan (al khairat).

Syekh Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi inisiatif dalam kebaikan ini (sanna sunnatan hasanatan) ialah berinisiatif melakukan kebaikan dengan metode, cara, atau jalan yang mardhiyyah (diridhai Allah Swt) dan tidak bertentangan dengan prinsip pokok agama.

Rasul Saw adalah sosok inisiator terhebat sepanjang masa. Kepemimpinannya di segala lini membuktikan inisiatifnya itu berhasil mentransformasi masyarakat.

Sehingga kiprah kepemimpinan beliau dalam keluarga, sosial, politik, hukum, pemerintahan, dan militer perlu diteladani secara cerdas oleh umat manusia hingga saat ini.

Bahkan nilai-nilai ajarannya dilanjutkan dan dilestarikan oleh para ulama dengan inisiatif-inisiatifnya di berbagai bidang sehingga Islam bisa relevan sepanjang zaman dengan tidak bertentangan dengan prinsip dan pokok-pokok ajaran agama.

Rekomendasi
Komentar
Loading...