Kursus Tasawuf di Pendopo Suwardanan, Bakal Tempat Pengembangan Dakwah TQN di Jateng

Sukoharjo – Perkembangan TQN Pontren Suryalaya di Jawa Tengah semakin meluas. “Saya merasakan dan mencermati perkembangan dakwah TQN semakin masif di semua daerah. Ini pertanda umat sangat membutuhkan dzikrullah,” ujar Kiai Wahfiudin Sakam.

Setelah penyelenggaraan kursus tasawuf di Purworejo, kini Sukoharjo menggelar kegiatan yang sama. Sebanyak 50 peserta dari berbagai daerah mengikuti kursus yang diadakan selama dua hari mulai kemarin Selasa (26/2) hingga hari ini.

H. Harjanto dan Ketua perwakilan Sukoharjo Ustadz Darto (ki-ka, Foto: Alim)

Ketua penyelenggara Ustadz Ivan S. Hadi mengatakan hari pertama adalah kursus tasawuf, diperuntukkan untuk umum dan yang akan talqin dzikir. “Hari kedua khusus untuk ikhwan yang sudah talqin. Kita namakan KUPAT, Kursus Pendalaman Tasawuf,” ujar Cak Ivan biasa disapa.

KH. Muchlisin Dawam, tokoh masyarakat setempat menyambut gembira dan mengapresiasi lembaga dakwah TQN di Sukoharjo yang menyelenggarakan kegiatan.

“Di Solo Raya ini tidak sedikit paham yang aneh-aneh, mengaku-aku mursyid tarekat. Maka kehadiran Kiai Wahfiudin menjadi berkah untuk kita semua,” ujar kiai yang belajar kepada Kiai Syafaat Abdul Ghofur, Blokagung Banyuwangi Jatim.

Ust. H. Andhika Darmawan sedang menyampaikan materi. (Foto: Alim)

Di hari pertama Kiai Wahfiudin menyampaikan materi Mengenal Diri Menggapai Ilahi, dilanjutkan dengan talqin dzikir selepas shalat zhuhur. Sementara Ustadz H. Andhika Darmawan membawakan materi Islam Iman dan Ihsan.

Kegiatan diselenggarakan di Pendopo Suwardanan, Baki Pandeyan, Sukoharjo. “Pendopo Suwardanan baru diresmikan bulan Januari tahun ini. Insya Allah akan menjadi basis pengembangan dakwah TQN di Jawa Tengah,” ujar pemilik pendopo H. Harjanto. (Idn)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...