Laksamana Zheng He, Penjelajah Terbaik Asal Tiongkok (Bag. 1)

Pasuruan – Sahabat TQNNews tentu mengenal Laksamana Cheng Hoo (Zheng He). Kita akan mengenal lebih jauh tokoh penjelajah terbaik dari Tiongkok ini melalui prasasti yang ada di Masjid (Laksamana) Muhammad Cheng Hoo.

Masjid ini ada di daerah Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Sangat strategis. Wisatawan dari Surabaya menuju Malang dan sebaliknya biasa singgah di sini untuk shalat dan rehat. Parkir luas dan ada pasar wisata Cheng Hoo yang menjual oleh-oleh khas Jatim. Selamat Membaca!


Cheng Hoo (Zhang He, 1371 -1435), mempunyai marga asli: “MA” atau Muhammad dan bernama “HE” (berarti damai) alias “San Bao” (berarti anak tersayang ketiga), selain itu beliau terkenal juga sebagai Kasim “San Po” (ejaan menurut dialek FUJIAN).

Ia keturunan etnis “Hui” yang berasal dari Xi Yu (Bukhara di Asia Tengah, kini termasuk provinsi Xinjiang). Etnis ini turun temurun menganut agama Islam, kemudian pindah ke Kunming, provinsi Yunnan, Tiongkok barat daya dan menetap di sana.

Salah satu nenek moyangnya adalah Zaidinsyeh Syamsudin, seorang raja di Xian-Yang. Dan moyangnya bernama Bay An.

Kakek dari Cheng Hoo yang bernama Medina dan ayahnya Myrikin, sudah menunaikan ibadah haji. Mereka pun kerap disapa “Hazhi” (Haji). Masyarakat di sekitar menghormati karena mereka gemar membantu dhuafa.

Sejak kecil Cheng Hoo tampak kecerdasan, dan kerendah hatiannya. Saat dewasa muncul wawasan dan visi yang jauh ke depan. Mudah bergaul, tulus dan simpatik.

Zheng He berjasa besar sebagai juru damai selama mengikuti pasukan dibawah pimpinan Zhu Di, Raja Yan, yang kemudian menjadi Kaisar Yong Be. Atas jasa-jasanya Ma He dianugrahi marga “Zheng” dan dipromosikan menjadi kasim perdana yang berkuasa penuh untuk memimpin semua kasim di istana kerajaan.

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...