Laksamana Zheng He, Penjelajah Terbaik Asal Tiongkok (Bag. 3, selesai)

Pasuruan – Sahabat TQNNews tentu mengenal Laksamana Cheng Hoo (Zheng He). Kita akan mengenal lebih jauh tokoh penjelajah terbaik dari Tiongkok ini melalui prasasti yang ada di Masjid (Laksamana) Muhammad Cheng Hoo.

Masjid ini ada di daerah Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Sangat strategis. Wisatawan dari Surabaya menuju Malang dan sebaliknya biasa singgah di sini untuk shalat dan rehat. Parkir luas dan ada pasar wisata Cheng Hoo yang menjual oleh-oleh khas Jatim. Selamat Membaca!


Selama 7 tahun mengarungi lautan di daerah barat, pasukan Zheng He merupakan pasukan kapal yang pertama kali melintasi Samudera Hindia, Laut Merah dan Pantai Timur Afrika langsung dari Tiongkok. Total perjalanan yang ditempuh adalah 160.000 mil laut atau lebih dari 296.000 kilometer.

Kapalnya mengarungi lebih dari 50 tempat dan negara sehingga membuka 41 jalur pelayaran internasional. Dengan banyaknya peta pelayaran yang dihasilkan, yang merupakan peta pelayaran pertama di dunia, perjalanan Zheng He memperkaya pengetahuan geografi dunia. Laksamana Zheng He mendedikasikan hidupnya untuk navigasi, merintis dan menghubungkan “jalur sutera dan keramik” di laut.

Selama perjalanannya, kapal Zheng He banyak mengunjungi negara-negara di Asia dan Afrika, termasuk kerajaan Majapahit di Jawa, (bekas) Kerajaan Samboja di Palembang dan Samudera Pasai di Aceh, Sumatera. Semarang dan Surabaya merupakan dua pelabuhan terpenting yang sering dikunjunginya.

Muslim Ma Huan, pembantu dekat Laksamana Cheng Hoo yang beberapa kali mengikuti misi pelayaran, mengisahkan pernah bertemu sejumlah muslim Tionghoa yang menetap di Jawa ketika itu (awal abad ke-15).

Hal ini menandakan Muslim Tionghoa di Indonesia mempunyai sejarah panjang. Pada tahun 1961, seorang ulama besar dan cendekiawan Islam terkemuka, Buya Haji Hamka, pernah menulis, “Seorang muslim dari China yang amat erat kaitannya dengan kemajuan dan perkembangan Islam di Indonesia dan Melayu adalah Laksamana Zheng He (Cheng Hoo).

Selama 600 tahun terakhir, tempat-tempat yang pernah dijelajahi oleh Laksamana Cheng Hoo masih dapat ditelusuri dan telah diakui secara universal.

Untuk memonumentalkan catatan dan fakta perjalanan bersejarah Laksamana Cheng Hoo sebagai bahariwan yang jaya, utusan perdamaian yang terpuji, seorang muslim yang taat dan shaleh, maka umat muslim di Surabaya membangun Masjid Laksamana Cheng Hoo (Zheng He) di tengah-tengah Kota Surabaya. Inilah masjid pertama di dunia yang diberi nama Cheng Hoo. (Idn)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...