Lanjutkan Perjalananmu Abah

Lanjutkan Perjalananmu Abah

Hari ini, Abah Hulis dan keluarga akan menyeberang ke Malaysia melalui Pelabuhan Dumai. Tak terbanyang bagaimana kerinduanmu kepada Rasulullah SAW, hingga kau harus menempuh perjalanan ke Madinah menggunakan sepeda.

Saya cukup terharu saat melihat foto anakmu Mirza menggunakan kaos Tasawuf Underground, bertulis: “God never sleeps.” Seolah melambai, “Om Halim, aku sudah sampai Dumai. Kapan nyusul?”

Sejak tanggal 18 Juli menggoes sepeda menyusuri Tangerang-Serang-Cilegon-Merak, ceritamu sudah menawan, Abah. Bisa bertemu sesama musafir kelana dari Francis dan biker lokal yg menyelamati. Apalagi saat sampai Lampung, bertemu dengan tour sepeda ruhani pimpinan KH. Aang (Putra KH. Zezen ZA Bazul Asyhab), rombongan sepeda dari Sukabumi dengan bendera Iqomah. Sungguh, ini bukan ketidaksengajaan, Allah telah mengaturnya.

Ceritamu tentang keindahan pesona Lampung, Palembang dan Jambi pasti bukan cerita biasa. Sebab dirimu melalui dengan tenaga, keringat dan dzikir pada setiap kali ayunan sepeda. Naik-turun gunung dan bukit, melewati hutan dan belantara, sambil memuji keagungan ciptaan Allah di sudut paling terdalam pada qalbumu.

Pada saat orang lain berhitung tentang modal uang untuk berangkat, kau telah miliki segudang mutiara cinta.
Saat orang lain berpikir tentang jauhnya perjalanan, kau justru menunjukkan kedekatan jarak batinmu dengan tujuan. Saat orang mencemaskan bahaya dan rintangan perjalanan, kau justru menunjukkan keindahan cinta dan keyakinan.

Abah Hulis dan keluarga telah menunjukkan kemurnian tekad dan niat untuk membuat perjalanan menjadi mungkin. Madinah begitu dekat di hati mereka. Hingga tak menemukan alasan untuk menghentikan rasa rindu kepada Rasulullah SAW.

Hari ini, 1 Agustus 2018 tekad telah bulat. Abah, Mirza dan seluruh keluarga akan melanjutkan perjalanan memasuki Semenanjung Malaya melalui Malaka.

Teruskan dzikirmu, teruskan semangatmu, tunaikan rasa rindumu kepada baginda Nabi dengan caramu yang mengagumkan, lebih personal, pribadi dan sangat “kekeluargaan.” Allah dan Rasulnya tentu melihatmu secara khusus. Pasti, setiap hembusan nafas, denyut jantung, tetes keringat, dan setiap goes kakimu bernilai ibadah.

“Semoga Allah memudahkan perjalanan ruhanimu, Abah. Mari kita dukung Abah Hulis dan keluarga. Semoga perjalan selamat hingga tujuan,” tutur Halim Ambiya menutup tulisannya.

Ditulis oleh Halim Ambiya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.