Libatkan Kaum Muda, Teruslah Perbarui Konten Dakwah

Dengan perkembangan teknologi infokom, manaqib bisa mempertemukan orang dari berbagai daerah bahkan lintas negara. Seperti Manaqib Online Lintas Negara yang dihelat secara rutin oleh Lembaga Dakwah TQN Provinsi DKI Jakarta.

“Marilah kita galang kembali kekuatan dan semangat dakwah kita. Menjalankan tugas dari mursyid kita untuk terus berdakwah. Apalagi organisasi kita sudah semakin lengkap. Ada Yayasan Serba Bakti Pontren Suryalaya yang wujudnya yayasan untuk mengelola kegiatan sosial, pendidikan dan mengelola aset-aset. Juga dilengkapi dengan badan hukum yang lain yakni Lembaga Dakwah TQN sebagai ormas dakwah, kemudian ada juga Ibu Bella sebagai ormas perempuan dan ibu-ibu. Serta dalam bentuk ormas Generasi Muda Pesantren Suryalaya (GMPS),” ucap KH. Wahfiudin Sakam saat mengisi Khidmah ilmiah saat Manaqib Online Lintas Negara pada Ahad (08/11/2020) kemarin.

Wakil Talqin Abah Anom itu mengingatkan bahwa tentu dikembangkannya ormas LDTQN, Ibu Bella dan GMPS itu, supaya setiap elemen bergerak lebih aktif lagi. “Terlebih lagi yang diberi nama lembaga dakwah. Namanaya saja lembaga dakwah, orang menanti mana dakwahnya?” imbuhnya.

Dakwah itu menyeru, memanggil, mengajak dan yang namanya dakwah itu sebagaimana firman Allah Swt.

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.” (An Nahl: 125).

Berdakwah itu, kata Kiai Wahfi, mengajak orang untuk mendekat ke jalan Allah. Berarti mengajak mereka yang masih jauh, yang masih di luar. Maka lembaga dakwah tidak hanya fokus ke dalam tetapi juga keluar.

Melakukan pembinaan itu perlu, tetapi aktivitas berdakwah ke luar atau mengajak mereka yang masih jauh dan yang masih di luar TQN itu juga diperlukan.

Wakil Ketua Komisi Pendidikan dan Kederisasi MUI Pusat ini melihat dakwah di zaman sekarang ini semakin banyak metode dan media yang dapat digunakan.

“Zaman sudah sangat dikuasi oleh teknologi infokom. Gunakanlah media-media infotech itu untuk berdakwah. Namun semua itu adalah media. Yang paling penting adalah materinya. Seyogyanya semua pengurus lembaga dakwah menyiapkan materi dan konten dakwah yang baru dan diperbarui serta terus melakukan pembaruan. Tidak terjebak dengan apa yang sudah ada, tapi perbarui terus konten-kontennya,” jelas Mudir Aam JATMAN 2018-2020 tersebut.

Kiai Wahfi juga mengajak semua elemen untuk melibatkan kaum muda seperti Ikhwan TQN yang saat ini sedang belajar di Universitas Al Azhar Kairo, Mesir dan yang ada di Sudan. Sebab kaum muda ini akan berkembang menjadi ulama-ulama yang akan lebih baik dari pada generasi tua saat ini. “Maka berikan kesempatan, libatkan mereka untuk mengembangkan konten dan materi dakwah serta salurkan,” lugasnya.

Dan ini, tentu harus ada yang memimpin, memenej dan mengelola, itulah sebabnya disebut lembaga dakwah untuk memimpin, memenej, mengelola, mengendalikan, memfasilitasi, mendorong, memotivasi dan menggiatkan kegiatan dakwah.

Selain itu, Kiai Wahfi melihat bahwa situasi sekarang membuat banyak orang berada pada apa yang disebut dalam kondisi anomi. Anomi ialah ketika prinsip-prinsip hidup yang lama, bahkan keyakinan-keyakinan lama sudah tergoyahkan, tergerus zaman tetapi nilai-nilai dan prinsip prinsip hidup yang baru belum mapan.

Menurutnya, banyak orang saat ini sedang limbung, bingung, dan ragu. Maka LDTQN perlu tampil ke depan. Karena dengan bimbingan para mursyid dan sebagai orang orang yang menjaga kebersihan qalbu, menyambungkan qalbu dengan Allah tentu akan lebih banyak mendapatkan siratan dan pancaran cahaya nur ilahi.

“Kembangkanlah siratan cahaya itu menjadi konsep baru, nilai baru, prinsip baru serta menjadi pedoman hidup baru. Meskitpun kita tahu makna kebaruan itu bukan baru sama sekali karena tetap ada keberlanjutan dari yang lama juga,” pesan beliau.

Oleh sebab itu, kata DPS LAZNAS DPF itu, teruslah menjalankan silaturahim di antara kita, dan teruslah berpikir, berkarya dan aktif. Untuk mereka yang berdakwah jangan ragu lagi dan jangan terlalu risau dengan kepentingan diri sendiri.

“Soal harta dan rezeki itu dijamin oleh Allah. Kematian dan kehidupan kita pun sudah ditentukan oleh Allah. Bila belum takdirya belum terjadi kematian. Tidak akan terjadi mati kecuali memang jatah porsi rezeki seseorang sudah habis. Sepanjang masih hidup teruslah berjuang, dan jangan khawatir soal rezeki. Jalani tapi terus belajar, terus berkarya, terus bersilaturahim, terus saling berkontribusi, jangan dilengahkan oleh kenikmatan kenikmatan duniawi,” tutupnya.

Rekomendasi
Komentar
Loading...