Mekah, Kota yang Dimuliakan Tujuan Umat Islam

kahMakkah – Pernahkah membayangkan diri kita melakukan sebuah perjalanan tanpa tujuan yang jelas, kemudian meninggalkan anak dan istri kita di sebuah lembah yang tandus? Tanpa air dan tanaman? Mungkin semua hal itu tidak akan masuk akal bagi kita.

Itulah yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim As dan keluarganya. Di usianya yang hampir menginjak 70 tahun, Allah akhirnya karuniakan seorang anak yang mulia. Dari rahim seseorang yang mulia. Dan dalam usia kurang dari 1 tahun, Allah Swt perintahkan Nabi Ibrahim As untuk membawa anak dan istrinya melakukan perjalanan hingga Allah Swt yang menetapkan tempat tujuannya.

Kemudian Allah Swt perintahkan Nabi Ibrahim meninggalkan mereka di suatu daerah yang tiada peradaban di dalamnya. Tanpa air, tanpa tumbuhan dan tanpa makanan. Hanya ada bebatuan yang bertumpuk dan pasir sejauh mata memandang. Yang pada akhirnya, dari situlah Allah Swt kembali membangun peradaban manusia.

Ya, itulah Makkah. Kota yang amat Allah Swt muliakan dengan Kakbah yang dibangun Nya sejak awal penciptaan alam semesta. Kota yang darinya Allah Swt pertemukan Nabiyullah Adam dan Hawa. Kota yang darinya Allah Swt muliakan keluarga Nabiyullah Ibrahim. Dan kota yang darinya Allah Swt turunkan manusia paling mulia, Rasulullah Muhammad Saw.

Makkah mungkin tak akan banyak dikenal orang andaikan Nabi Adam memilih mengingkari ketetapan Allah. Ataupun Nabi Ibrahim memilih tidak berjalan bersama keluarganya kesana. Ataupun Rasulullah Saw memilih untuk lari dari tugas dakwahnya.

Kekuatan ketaatan akan mengantarkan pada kemuliaan. Dan di kota inilah Allah Swt buktikan kekuasan dan kasih sayang-Nya pada mereka yang taat pada perintah-Nya. Sedangkan mereka yang ingkar? Mereka binasa bersama keburukan yang mereka lakukan semasa di Dunia.

Allah Swt muliakan kota ini bersama kemuliaan para penghuninya yang senantiasa taat.

“Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. “Kami mendengar, dan taat” sesungguhnya merekalah orang-orang yang beruntung” (Qs. Annur : 51).

(Ditulis oleh Ust. M. Ruhiyat Haririe, Ikhwan TQN PP Suryalaya bertugas melayani jamaah Haji tahun 2019, Coordinator of OISAA Mid East and Africa Region, OIU Sudan – Islamic Studies ‘15) 

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...