Maklumat Abah Anom Terkait Lailatul Qadar

Lailatul Qadar disebutkan dalam surah Al Qadar sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.

لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ خَيۡرٞ مِّنۡ أَلۡفِ شَهۡرٖ

Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. (Al-Qadr: 3).

Pada malam itulah diturunkan Al Qur’an secara sekaligus dari Lauh Mahfudz ke Baitul ‘Izzah di langit dunia. Yang kemudian turun secara berangsur-angsur kurang lebih selama 23 tahun.

Dinamakan Lailatul Qadri karena malam itu penuh kemuliaan dan kedudukan yang tinggi. Sehingga siapa yang menghidupkan malam itu dengan ibadah dan ketaatan bisa terangkat derajatnya dan besar pahalanya bahkan ganjarannya bisa lebih baik dari melakukannya di seribu bulan.

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا ، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Siapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar karena iman dan ikhlas mengharap ganjaran Allah Swt, diampuni dosanya yang telah lewat (HR. Bukhari dan Muslim).

Untuk memperoleh keagungan malam Lailatul Qadar ini, nabi Saw bersabda:

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Carilah Lailatul Qadar di sepuluh malam akhir bulan Ramadhan (HR. Bukhari dan Muslim).

Maklumat Shalat Sunnah Lailatul Qadar

Dari sekian banyak shalat sunat yang dilaksanakan, ada shalat sunat yang biasa dilaksanakan oleh Syekh KH. Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad ra (Abah Sepuh) dan Syekh KH. Ahmad Shahibulwafa Tajul Arifin ra (Abah Anom).

Waktu pelaksanaannya yakni mulai tanggal 21 Ramadhan sampai akhir Ramadhan. Adapun pelaksanaannya boleh dilakukan setelah shalat Isya atau usai melaksanakan shalat tarawih.

Dalam pelaksanaannya, shalat sunat Lailatul Qadar ini merujuk pada kitab Nuzhatul Majalis wa Muntakhabun Nafais. Sebagaimana tertuang dalam Maklumat Mursyid TQN Pontren Suryalaya Nomor: 105.PPS.II.1996 yang ditandatangani pada 5 Februari 1996 M yang bertepatan dengan 15 Ramadhan 1416 H.

Shalat ini dilaksanakan sebanyak empat rakaat dengan dua kali salam. Di setiap rakaat setelah membaca surah Al Fatihah membaca surah At Takatsur satu kali dan surah Al Ikhlas tiga kali. Baik imam maupun makmum bacaannya disirrkan atau tidak disuarakan.

Setelah shalat, duduk sambil membaca doa di bawah ini sebanyak-banyaknya.

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي يا كَرِيم

Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia, Engkau Mencintai Pemaafan, maka maafkanlah aku wahai Yang Maha Mulia.

Rekomendasi
Komentar
Loading...