Makna Ramadhan di Tengah Pandemi Covid-19

Ramadhan tahun ini menjadi berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Ibadah Ramadhan kita lakukan di tengah pandemi Covid-19 yang telah “memporak-porandakan” berbagai lini kehidupan, termasuk sisi aktivitas keagamaan.

Terjadi banyak perubahan. Menjelang Ramadhan tidak tampak masyarakat berbondong-bondong melakukan tradisi munggahan. Tidak terdengar, sekelompok warga berjalan keliling kampung membunyikan kentongan untuk membangunkan orang saat sahur. Bahkan kini aktivitas mudik tahun ini telah dilarang oleh pemerintah.

Tidak hanya itu, jika sebelumnya umat muslim meramaikan Ramadhan dengan memperbanyak aktivitas di masjid, kini sebagian besar dilakukan di rumah bersama keluarga.

Kita semua memaklumi karena memiliki tujuan sama untuk menghentikan penyebaran Covid-19. Meskipun demikian masyarakat tetap menyambut ramadhan dengan penuh sukacita, mengisi aktivitas ibadah dengan khusyuk bersama keluarga.

Makna Syahrut Tarbiyah

Syahrut tarbiyah dimaknai sebagai bulan pendidikan. Bulan yang mampu mendidik manusia, terutama yang melaksanakan puasa. Ramadhan sebagai syahrut tarbiyah bisa kita temukan dalam definsi puasa (shaum).

Puasa dalam pengertian syariat (umum) adalah menahan diri dari segala sesuatu seperti makan, minum, dan perbuatan lainnya yang membatalkan mulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari, disertai dengan niat karena Allah SWT, dengan syarat dan rukun tertentu.

Ada dua kata kunci yang menjadi koherensi (keterkaitan) Ramadhan sebagai bulan pendidikan dengan situasi saat ini. Dua kata tersebut adalah yaitu menahan diri.

Merujuk KBBI, menahan memiliki banyak arti antara lain; menghentikan,  mencegah, menanggulangi, tidak membiarkan lepas terus berlangsung, menopang (menyangga) supaya tidak rebah, membiarkan tidak terjadi (terwujud dan sebagainya), mengekang (hawa nafsu, keinginan, dan sebagainya), tidak meneruskan, tidak menyampaikan, tidak mengizinkan (untuk pergi, berangkat, dan sebagainya), dan mengurung (memenjarakan) untuk sementara.

Kaitannya dengan situasi dan kondisi saat ini, kita dilatih untuk menahan diri, tidak melakukan aktivitas yang memungkinkan Covid-19 semakin meluas, menyebar ke berbagai daerah.

Banyak hal yang bisa kita lakukan;

Pertama, mengonsumsi makanan yang meningkatkan imun tubuh. Santap sahur dan buka puasa dengan makanan yang halal dan thayyib, yang disunnahkan, secukupnya tidak berlebihan.

Kedua, menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh dengan mandi yang teratur, menjaga wudhu, selalu cuci tangan. Terlebih di bulan Ramadhan bisa bisa dirutinkan mandi di waktu sahur sebelum shalat tahajud.

Ketiga, mengikuti himbauan pemerintah untuk menjaga jarak baik sosial maupun fisik (social and physical distancing). Aktivitas yang berpotensi terjadinya kerumunan orang untuk sementara ditunda. Termasuk aktivitas ibadah di masjid, bisa tetap dilakukan di rumah bersama keluarga.

Keempat, meningkatkan intensitas dan kualitas doa kepada Allah SWT. Ramadhan bulan mulia yang penuh dengan keberkahan. Manfaatkan momen ini untuk berdoa agar wabah ini segera diangkat oleh Allah Swt.

Selamat menjalankan ibadah Ramadhan. Semoga kita semua selalu dalam lindungan dan ampunan-Nya.

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...