Makna Tahallul, Penghalalan Diri

Jika Ihram adalah permulaannya, apa akhirnya dari haji dan umrah? Akhirnya adalah tahallul (penghalalan diri).

Sebelumnya dengan ihram diharamkan segala urusan materi keduniawian. Shalat tahalull-nya dengan salam, Assalamu’alaykum Warahmatullah… Selesai salam, sudah boleh menghalalkan lagi dirinya untuk makan minum, ngobrol dengan kawannya. Asshalah ihramuha attakbir, shalat itu ihramnya takbir, wa akhiruha assalam, tahallul-nya shalat adalah salam.

Jadi, ihram bukan hanya pada umrah dan haji. Shalat pun ada ihramnya. Tahallul-nya umrah bukanlah salam, melainkan mencukur gundul kepala atau dengan pangkas, sekedar dipotong.

Sedangkan tahallul-nya haji ada tiga, lontar jumrah aqabah; cukur atau pangkas rambut; tawaf ifadah dan sai. Jika sudah dikerjakan ketiga tahallul tersebut, barulah betul-betul bebas.

Jadi makna tahallul itu bukan potong rambut. Selama ini di masyarakat tahallul adalah potong rambut. Tahallul itu adalah penghalalan diri. Bagaimana caranya? Tergantung apa yang sedang kita kerjakan. Ibadahnya shalat dengan salam, umrah dengan cukur atau pangkas dan haji harus ketiga hal di atas.

Memang dalam haji, urutan tahallul boleh tidak berurutan. Boleh lontar jumrah aqabah dulu, lalu cukur dan tawaf. Atau bisa tawaf dulu baru cukur dan lontar
jumrah.

Ada sebuah kisah. Setelah wukuf di Arafah begitu maghrib, nabi mengajak jamaah haji meninggalkan Arafah sampai Mudzdalifah. Tiba di sana sudah malam, nabi shalat maghrib dan isya dijamak.

Saat bersiap tidur, nabi didatangi sahabat yang menanyakan apakah harus menginap di Mudzdalifah? Sedangkan kondisi daerah berupa gurun pasir, tidak ada mata air. Bahkan dalam rombongan ada kakek, nenek yang sedang sakit. Lalu Rasulullah menjawab, barang siapa yang di dalam rombongannya ada orang tua dan orang sakit maka langsung ke Makkah, tidak perlu menginap di Mudzdalifah.

Lalu datang lagi sahabat yang mengadu jika hewan ternak yang dibawanya sudah kehausan dan di Mudzdalifah tidak ada mata air. Kemudian nabi menyampaikan agar siapa saja yang dalam rombongannya ada hewan ternak, sudah kehausan langsung ke Makkah. Nabi dan sahabat lainnya menginap di Mudzdalifah. Sahabat yang di Makkah, ya terus saja menginap di Makkah karena sudah duluan tiba disana.

Esoknya selepas shubuh nabi bergerak ke Mina. Sampai di sana nabi melontar jumrah aqabah. Selesai langsung mencukur gundul dan menyembelih hewan qurban. Setelah itu lanjut ke Makkah.

Setiba di Makkah, yang kemarin malam sudah masuk Makkah terlebih dahulu ikut bergabung untuk tawaf. Selesai tawaf baru mereka balik ke Mina untuk bersiap tidur.

Saat itu ada sahabat yang duluan tiba di Makkah menyampaikan ke rasulullah, “Engkau sudah melontar jumrah, cukur kepala dan tawaf, sedangkan kami baru tawaf, belum lontar jumrah dan cukur kepala, bagaimana?

Nabi mengatakan yang belum lontar jumrah, cukur dan menyembelih kambing bisa dilakukan sekarang. Saat itu banyak sahabat yang menyampaikan kepada nabi terkait proses tahallul yang telah mereka lakukan. Ada yang sudah ini namun belum itu, sudah itu belum ini, dan semua pertanyaan tersebut dijawab nabi dengan jawaban yang sama “mana yang belum, lakukan.”

Jika 2 dari 3 sudah dilakukan disebut tahallul awal, belum sempurna karena belum lengkap 3. Jadi tahallul itu bukan berarti potong rambut.

Tahallul itu penghalalan diri. Ibadah umrah dan ibadah haji mirip. Diawali dengan ihram dan diakhiri dengan tahallul.

(KH. Wahfiudin Sakam, Wakil Talqin TQN Pontren Suryalaya)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...