Malam Ini Khalwat 40 Hari Berakhir, Peserta Paparkan Rencana Dakwah

Jakarta – Program khalwat 40 hari yang diadakan oleh Tarekat Qadiriyyah Naqsyabandiyyah (TQN) Pontren Suryalaya Korwil DKI Jakarta rencananya malam ini (30/4) akan berakhir. Sebanyak 18 peserta dari berbagai daerah dan luar negeri memaparkan rencana dakwah di wilayah masing-masing.

Ketua pelaksana Ust. H. Andhika Darmawan menyampaikan program  khalwat 40 hari adalah upaya mencetak kader muballigh, muharrik & muaddib unggulan TQN Suryalaya. “Mulai kemarin dan hari ini, masing-masing peserta memaparkan rencana dakwah di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Sekretaris pelaksana Ust. H. Handri Ramadian menjelaskan, selama 40 hari peserta termasuk panitia menggembleng diri dengan memperbanyak puasa, dzikir, shalat, baca al-quran, mengurangi tidur serta mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi diri.

“Pelatihan peningkatan kompetensi diri yang diberikan sangat beragam dan tematik. Disamping amaliyah juga ada tema leadership, komunikasi, fundraising, psikologi, falakiyah, teknologi informasi dan komunikasi. Disampaikan oleh berbagai narasumber yang berkompeten,” kata ia menjelaskan.

Mohd. Zakri dari Malaysia menekankan pentingnya peranan Pondok Inabah 1 Malaysia dalam pemulihan korban narkoba menggunakan metode TQN Suryalaya. “Anak-anak bina diperkuat dzikrullah, ditingkatkan skill-nya agar terjadi perubahan diri yang baik,” jelasnya saat pemaparan.

“Saya berencana untuk membuat program kursus tasawuf di Kedah. Dikombinasikan dengan riyadhah yang dipandu wakil talqin. Kegiatannya tiga hari dan diikuti ikhwan, pejabat pemerintah dan guru agama,” terangnya.

Sementara itu Thaufan Abiyuna berupaya untuk mengintegrasikan ajaran TQN ke dalam dunia pendidikan. “Ada empat cara. Pertama, menyelenggarakan peringatan hari besar Islam dengan materi tasawuf. Kedua, mengadakan kursus tasawuf bagi guru-guru. Ketiga, mendorong pengamal dzikir untuk berperan aktif di sekolah. Terakhir mengusulkan amaliyah dzikir menjadi kegiatan rutin,” papar dai asal Bandung.

Mohd. Yus, ikhwan dari Singapura menyampaikan jika ia bukan dari bidang keagamaan. “Saya tidak berputus asa, Insya Allah sepulang nanti saya akan ikuti pelajaran jarak jauh, pengajian Islam peringkat sarjana.” tegasnya.

Ia juga akan bergabung dengan seorang ustadz lulusan al-Azhar yang pernah ia bawa ke Suryalaya untuk ditalqin untuk bersama mengembangkan TQN Pontren Suryalaya. (Idn)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...