Manaqib di Mojokerto Bahas Tentang Ilah

Manaqib di Mojokerto Bahas Tentang Ilah

Mojokerto – Ahad pagi (1/7) tim safari dakwah TQN Center Jakarta tiba di Mojokerto, Jawa Timur untuk menghadiri Manaqib Syaikh Abdul Qadir al-Jailani (qs).

Sebelum manaqib tim singgah sejenak ke kediaman Ketua Perwakilan Mojokerto, H. Ali untuk bersilaturrahim dengan pengurus. Hadir juga Kyai Miftah Mintarham, wakil talqin Abah Anom yang berdomisili di Lumajang, Jawa Timur.

Dalam tausiyahnya Kyai Wahfiudin menyampaikan makna Ilah. “Ilah adalah sesuatu yang dituju, dikejar, dicari, dirindu, dicinta, didamba, disembah, diagungkan,” ujar Mudir Aam JATMAN.

“Jika sudah Laa ilaaha, tidak ada lagi yang dicari, dirindu dan disembah. Illallah, kecuali Allah,” lanjut ia menjelaskan.

Menurut wakil talqin yang diangkat saat di Amerika, manusia cenderung mementingkan dirinya sendiri. “Maka saat dzikir sadari bahwa diri ini sebenarnya tidak ada. Ada karena diadakan oleh Allah.”

Selesai manaqib tim safari dakwah bersilaturrahim dengan pengurus dan ikhwan Mojokerto yang hadir dari berbagai daerah.

Setelah shalat zhuhur tim melanjutkan perjalanan ke Pamekasan, Madura. Insya Allah malam selepas Isya di Pondok Pesantren al-Kautsar juga akan diadakam manaqib.

Rencananya besok, Senin (2/7) hingga Rabu (4/7) di ponpes asuhan wakil talqin Abah Anom, KH. Athorid Siraj akan digelar pelatihan pemanfaat TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) untuk para guru dan muballigh. (Idn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.