Marsda TNI (Purn) H. Mahpudin Taka: Selamat Bertugas Dr. R. Iwan Prawiranata!

Tasikmalaya – Ketua YSB (Yayasan Serba Bhakti) Pondok Pesantren Suryalaya, Marsekal Muda (Purn) H. Mahpudin Taka hari ini (5/12) melantik Rektor IAILM (Intitut Agama Islam Latifah Mubarokiyah) dan Ketua STIE LM (Latifah Mubarokiyah) periode 2016 – 2020, Dr. R. Iwan Prawiranata, MA, MIB, PhD.

Dalam sambutannya Ia mengingatkan semua pihak yang baru dilantik untuk terus berkhidmat dan berupaya mengembangkan sistem yang baik sehingga dapat mewujudkan Universitas Latifah Mubarokiyah (ULAMA). “Terwujudnya ULAMA adalah salah satu visi dari Guru Mursyid kita KH. Ahmad ShahibulbWafa Tajul ‘Arifin. Saya ucapkan selamat bertugas kepada Dr. Iwan Prawiranata,” ujarnya.

Rektor sebelumnya, Dr. Cecep Alba, MA menyatakan beberapa capaian IAILM seperti; penghargaan PT terbaik di lingkungan Kopertais Jawa Barat dan Banten, kenaikan grade akreditasi dari C menjadi B, dan pengembangan jumlah prodi yang semula 4 menjadi 8.

“Saya yakin di bawah kepemimpinan rektor yang baru, IAILM dapat meningkatkan grade akreditasinya menjadi A. Dan Insya Allah bisa dibuka 2 prodi baru setingkat S2 yaitu Pendidikan Agama Islam dan Magister Hukum,” ungkapnya saat menyampaikan sambutan.

Sementara itu Dr. Drs. H. Yoyong Tachyani, MSI, Ketua STIE LM sebelumnya, memaparkan tantangan-tantangan dalam mengelola sekolah tinggi. “Saya berharap pengalaman nasional dan internasional Ketua STIE LM yang baru dapat membawa institusi menggemilang,” katanya.

Sesepuh Pondok Pesantren Suryalaya, KH Zainal Abidin Anwar turut hadir dalam pelantikan. Ia membekali para pemegang amanah dengan mengutip “Inna Lillahi wa Inna Ilayhi Raji’un”. “Dahulu Pesantren Suryalaya melahirkan santri, alhamdulillah saat ini telah melahirkan santri dan intelektual,” pungkas pengemban amanah ini.

Selanjutnya sesepuh Pontren Suryalaya ini mengingatkan bahwa tugas lembaga pendidikan adalah memanusiakan manusia. “Lembaga pendidikan harus menyadari potensi terbaiknya lalu mampu memanfaatkannya menjadi kompetensi. Bila tidak demikian halnya maka terjadi degradasi manusia yang tidak manusiawi,” tutupnya. (AHG/Idn)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...