Masjid at-Tira, Pusat Kegiatan TQN di Sulawesi Utara

Kotamobagu – Perkembangan dakwah TQN Pontren Suryalaya di Sulawesi Utara semakin bergairah semenjak banyak anak muda terlibat dalam kepengurusan. Hal ini tampak dari ragam kegiatan yang istiqamah dijalankan. Perkembangan ini tidak lepas dari peran Masjid at-Tira yang beralamat di Jalan Fajar Bulawan, Mogolaing, Kotamobagu, Sulawesi Utara.

Masjid yang menjadi pusat kegiatan TQN Pontren Suryalaya di Sulawesi Utara ini didirikan pada Januari 2015, wakaf dari keluarga Hj. Nurmiati Laili, salah seorang aktifis dakwah di Sulut. Putranya, Haji Alfian pertama kali mengenal TQN melalui Alm. Ajengan Zezen saat mengantarkan almarhum ayahnya berobat di Sukabumi. Sejak saat itulah ia bertekad untuk mengembangkan dakwah TQN di Sulawesi Utara.

Juli 2016, Kyai Wahfiudin dan tim melakukan safari dakwah tasawuf selama lima hari di Kotamobagu untuk mengunjungi beberapa masjid dan majelis taklim di sana. Sejak saat itulah mulai bertambah ikhwan TQN Suryalaya dan Masjid at-Tira menjadi pusat pengamalan amaliyah dzikir. ”Dari Masjid at-Tira kami akan hidupkan majelis-majelis dzikir di tiap desa agar amaliyah dzikir yang telah diberikan guru mursyid melalui wakil talqin bisa diamalkan secara berjamaah dan istiqamah,” ujarnya saat itu.

Masih di tahun yang sama pada bulan Desember, Kyai Wahfiudin kembali datang ke Kotamobagu. Di sana berkumpul para kader untuk mengikuti Pelatihan Mubaligh Tasawuf. Dan Masjid at-Tira menjadi tempat penyelenggaraannya.

Tahun 2017, Masjid at-Tira menghadirkan dua wakil talqin, KH. Asep Samsurijal Hudaya dan KH. Sirojuddin Royani dan Pengasuh Pontren Azzainiyah Sukabumi, KH. Aang Abdullah Zein. Kedatangan tiga kyai tersebut untuk memantapkan amaliyah dan memperluas dakwah TQN di Sulawesi Utara.

Kini semakin banyak ikhwan TQN Suryalaya di Sulawesi Utara. Bukan hanya di Kotamobagu, namun juga di Manado dan daerah-daerah lainnya. Dua tahun lalu ikhwan TQN Suryalaya yang mengamalkan dzikir hanya dua orang, namun saat ini sudah sekitar seratus ikhwan.

Kegiatan manaqib juga semakin meluas, bukan hanya di Masjid at-Tira, setiap bulannya. Mulai tahun 2018, pengurus TQN di sana mengembangkan manaqib keliling setiap ahad malam, bergilir di rumah-rumah ikhwan. Mereka berencana juga akan meningkatkan riyadhah dzikir, mendawamkan zirayah Wali Songo dan ziyarah ke Pesantren Suryalaya. “Insya Allah kami juga akan mengembangkan majelis dzikir khataman dan manaqib di Manado, karena sudah banyak ikhwan yang talqin dzikir,” ujar Alfian.

“Doakan kami agar dimudahkan membentuk majelis dzikir di beberapa titik agar mampu mengamalkan, mengamankan dan melestarikan ajaran Syaikh Ahmad Shahibul Wafa Tajul Arifin,” kata ia.

…Dan semua berawal dari Masjid at-Tira. (Idn)

 

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...