Masjid Bercorak Tiongkok di Seberang Pasar Beringharjo

Yogyakarta – Kamu yang senang travelling ke Yogyakarta pasti mengenal Malioboro, salah satu kawasan wisata yang legendaris. Setiap hari kawasan yang menyajikan beragam aktivitas belanja tradisional dan modern ini tidak pernah sepi dari pengunjung.

Kalau kamu sedang di Malioboro coba mampir ke Masjid Siti Djirzanah di seberang Pasar Beringharjo. Rumah ibadah yang diresmikan pada Jum’at 10 Agustus 2018 ini memiliki corak khas Tiongkok. Fasad masjid dilekatkan tulisan Mandarin, Qingzhensi yang artinya masjid.

Menurut salah seorang pengurus masjid, pada awalnya konsep desain yang direncanakan bercorak Timur Tengah dengan kubah di atas. Karena lokasi berada di kawasan wisata Malioboro yang memiliki sejarah desain bangunan Pecinan, Dinas Kebudayaan menyarankan agar masjid dibangun dengan corak Tiongkok.

“Sebelum menjadi masjid, bangunan di lahan seluas 147 meter persegi ini adalah ruko untuk usaha batik dan oleh-oleh,” ujar Ridwan.

Sedangkan nama Siti Djirzanah diambil dari nama ibu mantan Walikota Jogya Herry Zudiyanto. Selepas ibunya wafat pada 2015, ia bersama kedua adiknya Ellys Yudhiantie dan Rudi Sastiawan berkeinginan untuk membangun sebuah masjid. Gayung bersambut, tidak lama kemudian ia mendapat kabar ada toko di kawasan Malioboro yang ingin dijual.

Sebagai orang yang dibesarkan di Malioboro Herry sangat memahami tingginya kebutuhan salat bagi pengunjung yang beraktivitas di sana.

“Masjid yang kental dengan warna biru ini memiliki 2 lantai. Lantai atas untuk ikhwan dan bawah untuk akhwat.” ujar admin TQNNews saat mengunjungi ke sana.

Dalam pengelolaan masjid dibentuk yayasan yang juga mengurusi panti asuhan dan pondok pesantren. “Untuk yang ingin sedekah bisa menggunakan aplikasi fintech. Keren,” pungkas Idhan. (Idn)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...