Membangun Kebiasaan Positif pada Anak

Ketika anak belajar di rumah, baik ayah terutama ibu bisa jadi punya tugas yang lebih kompleks. Bahkan tak jarang menguras pikiran dan energi.

Stamina fisik dan mental yang prima amat dibutuhkan untuk menjalankan proses pengasuhan, pendidikan sekaligus pengajaran tugas sekolah.

Inti dari pengasuhan, pendidikan dan pengajaran ialah membangun kebiasaan yang baik. Karena membangun kebiasaan positif pada anak adalah investasi yang sangat berharga bagi masa depan anak.

Namun setiap orang tua pasti sepakat, bahwa membangun dan menanamkan kebiasaan postif bukan hal yang mudah tapi juga bukan mustahil.

Lalu bagaimana tips membangun kebiasaan positif anak?

1. Membangun kedekatan (bonding & connecting)
Quality time dan beraktivitas bersama anak bisa membangun kedekatan dan ikatan batin dengan anak. Mulai dari shalat bersama, main bersama, ngobrol dan mau mendengarkan anak.

Termasuk mendoakan dan membalur anak dengan doa-doa dan ayat suci al Qur’an. Serta ajak anak untuk lebih mengenal Allah Swt dalam setiap aktivitas mereka dan tautkan qalbu selalu dengan-Nya. (Foto: FreePik)

2. Tingkatkan komunikasi yang baik (improve communication)
Berkomunikasi dengan lebih baik memerlukan pengenalan yang lebih baik terhadap anak. Ajak mereka berkomunikasi secara verbal dan respon sikap mereka dengan body language, mimik wajah, dan suara yang memberi kenyamanan pada anak. Jangan asal memberi perintah dan larangan.

Ajari anak untuk mengenali emosi yang dialaminya dengan menanyakan apa yang mereka rasakan. Karena anak cenderung belum mengenal bentuk emosi dan ekpresi diri. (Foto: FreePik)

3. Mulai dari hal yang sederhana
Mulai saja dari keseharian anak dari yang sederhana. Mulai dari jaga kebersihan saat di rumah, buang sampah di tempatnya, cuci tangan pakai sabun, dan merapihkan mainan. Banyak aktivitas di rumah agar goal anak bisa disiplin waktu, mulai dari waktu belajar, bermain, shalat ngaji, membaca dan membantu orang tua. (Foto: FreePik)
4. Buat kesepakatan dan dimulai dari orang tua
Anak perlu dikasih contoh terlebih dahulu oleh orang tua di rumah. Justru ini yang jadi kunci keberhasilan membangun kebiasaan positif, karena anak lebih mudah meniru. (Foto: FreePik)

Membangun komitmen atau kesepakatan bersama anak sesuai dengan usia anak. Namun pesannya ialah komitmen akan menjadi batal faedahnya alias tidak berguna jika tak ada keteladanan.

Dalam Islam, aktivitas rutin harian praktis yang wajib dilakukan ialah shalat. Dan shalat ialah bukti kepatuhan dan ketundukan sekalugus kebutuhan bagi manusia itu sendiri.

Sehingga orang tua dianjurkan untuk membiasakan anak shalat sejak usia tujuh tahun sebagaimana disebutkan dalam hadis. Petunjuk Nabi Muhammad Saw ini mengajarkan kepada setiap orang tua agar membangun kebiasaan positif anak sedini mungkin.

Karena kebiasaan yang baik akan membentuk karakter yang baik. Karakter inilah yang akan menentukan baik dan buruk anak ke depannya. Dan karakter tidak dibentuk secara instan, tapi butuh waktu dan proses yang panjang serta dukungan yang tepat.

Rekomendasi
Komentar
Loading...