Memuliakan Manusia dan Pentingnya Bermazhab dalam Islam
Islam memuliakan manusia, menolak teror, ajarkan damai, adil dan saling menyayangi
Publik kembali dihebohkan dengan terjadinya kasus bom bunuh diri yang memakan korban. Kasus ini terjadi di depan gereja katedral Makassar pada Ahad (28/03). Artinya kasus teror dan kekerasan di negeri yang heterogen, sangat relijius dan berbudaya ini belum juga hilang.
Sejak tahun 2000 atau dalam dua dekade terakhir, ada sembilan kasus aksi teror berupa ledakan bom. Yakni Bom Bali I (2002), Bom JW Marriot (2003), Bom Bali II (2005), Bom Ritz Carlton (2009), Bom Masjid Az-Dzikra Cirebon (2011), Bom Sarinah (2016), Bom Mapolresta Solo (2016), Bom Kampung Melayu (2017), serta Bom Surabaya dan Sidoarjo (2018). Sebagaimana dikutip dari rilis Public Virtue Research Institute.
Kesalahpahaman akan ajaran agama memang bisa berdampak destruktif. Doktrin jihad dalam Islam disalahpahami, seakan akan jihad itu untuk merendahkan bahkan mematikan manusia.
Padahal jihad yang diajarkan Nabi justru untuk menghidupkan manusia serta mengangkat harkat dan derajatnya. Mengembalikan manusia pada tempat dan posisinya yang mulia. Seakan ada gap yang besar antara ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin dengan penganut agama Islam itu sendiri.
Itu sebabnya pentingnya bermazhab dalam beragama, baik dalam berguru ilmu fikih, tauhid dan tasawuf. Sehingga beragama bisa sejalan dengan tujuan dari maqashidus syariah, tidak menghambat kemajuan serta bisa beradaptasi dengan tantangan zaman.
Muhammad Ibnu Sirin berkata: Sesungguhnya ilmu ini adalah agama, maka lihatlah dari siapa kamu mengambil ilmu agama.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

