Menarik! Jelang Hari Santri Nasional, Pesantren Mahirul Hikam Selenggarakan KUPAT

Salatiga – Presiden melalui Keppres nomor 22 tahun 2015 telah menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Tentu, hal ini menambah pengakuan peran santri dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Jika dulu santri berjuang mengangkat senjata, kini situasi dan kondisi telah jauh berubah. Santri harus mampu menjadi agen perubahan di masyarakat.

Hari ini (19/10) hingga Jumat (21/10), Pesantren Mahirul Hikam menyelenggarakan Kursus Pendalaman Tasawuf (KUPAT). Sebelumnya, pesantren yang berdiri sejak tahun 1985 ini telah menyelenggarakan Kursus Tasawuf (KT) sebanyak dua kali. Maka, selama tiga hari ini 150 alumni KT mengikuti KUPAT agar lebih meningkat pemahamannya.

“Kegiatan ini bertujuan agar alumni kursus tasawuf dapat menyerap dan mendalami ajaran Tarekat Qadiriyyah Naqsyabandiyyah (TQN) Pesantren Suryalaya. Dengan begitu kita dapat memperkenalkannya ke masyarakat umum,” ujar KH. M. Thoha SPd, MPd saat membuka acara.

Pengasuh Pondok Pesantren Mahirul Hikam ini juga mengutarakan rasa syukurnya atas kehadiran Tim Safari Dakwah TQN Jakarta yang diketuai oleh KH. Wahfiudin Sakam, salah seorang wakil talqin Abah Anom. “Saya berharap para muballigh terus menjaga dzikir yang telah diberikan oleh Guru Agung Pangersa Abah Anom, Musryid TQN Suryalaya,” jelas ia menambahkan.

Hari pertama KUPAT diisi oleh Sekretaris Lembaga Dakwah PBNU, KH. Wahfiudin Sakam. Kyai multimedia ini memulai dengan diskusi tentang Nafs. “Nafs dalam Bahasa Arab adalah pribadi, individu. Hakikat dari nafs adalah diri yang berwujud ruh dengan qalbu sebagai pusatnya. Bagaimana kita dapat menata qalbu orang jika qalbu sendiri masih kotor,” ujarnya.

Selanjutnya ia pun menambahkan dalam KUPAT para muballigh dituntut tidak hanya memahami dasar hukum bertarekat namun juga memperbanyak amaliah agar dapat merasakan nikmatnya berdzikir. “Kita biasakan selesai shalat fardhu dilanjutkan dengan dzikir yang telah diajarkan oleh Guru Mursyid,” tegasnya seusai menyampaikan talqin dzikir. (Idn)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...