Mengapa Abah Anom Disebut Mujadid dan Neo-Sufism?

Sufi klasik mewariskan ajaran berupa amalan kepada penerusnya hingga saat ini yang dikenal dengan tarekat. Tarekat merupakan jalan untuk menuju Allah melalui amalan yang sudah ditetapkan oleh guru mursyid.

Ada 40 tarekat muktabarah yang diakui di Indonesia, salah satu tarekat yang eksis dan murni serta berkembang pesat pada abad ini adalah Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah Pondok Pesantren Suryalaya yang didirikan oleh Abah Sepuh atau Syekh Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad, kemudian dilanjutkan oleh Abah Anom atau Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin, dan sekarang kepemimpinan Pondok Pesantren dilanjutkan oleh KH. Baban Ahmad Jihad Ar.

Kemuktabarahan nama TQN Suryalaya karena amalannya bersanad jelas, bermuara dari Syekh Tholhah Cirebon dan Syekh Ahmad Khatib Sambas hingga pada Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani dan sampai kepada Rasulullah Saw.

Fungsi Pondok Pesantren Suryalaya tidak hanya sebagai tempat belajar para santri, tetapi juga sebagai basis pusat berkembangnya ajaran tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah. Banyak umat datang ke Pondok Pesantren Suryalaya selain untuk bersilaturahim juga untuk belajar tarekat. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan juga dari mancanegara seperti Brunei, Malaysia dan Singapura.

Untuk memudahkan mengatur amaliah TQN, pada masa Abah Anom didirikan Yayasan Serba Bakti pada 1973 untuk memudahkan komunikasi ikhwan di daerah dan luar negeri. Yayasan ini memiliki peran penting dalam dakwah TON, selain sebagai lembaga formal, juga memudahkan komunikasi dengan pemerintah melalui bidang-bidangnya, sehingga eksistensi pondok pesantren Suryalaya dapat terakomodasi. Baca juga…

Sosok Abah Anom memiliki karisma di mata ikhwan atau pengikutnya. Hal tersebut dilihat dari gaya kepemimpinan beliau, bertutur kata dan akhlak beliau yang selalu qana’ah. Hubungan beliau juga sangat harmonis dengan pemerintah terbukti bahwa beliau diangkat sebagai penasehat di Dewan Majelis Ulama Indonesia.

Beliau juga terlihat mesra berfoto dengan mantan presiden Indonesia, Soeharto, yang dikenal otoriter. Selain itu Abah juga sebagai penasehat di partai Golkar. Oleh sebab itu Abah Anom dinilai cukup piawai dalam memainkan peran sebagai ulama atau fuqaha dalam menjalin hubungan dengan umat dan pemerintah.

Dalam hubungannnya dengan para ulama, Abah dikenal sebagai neo sufism abad 21. Karena membawa pelajaran Islam secara simple dan mudah bagi umat modern dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Abah Anom meramu ajaran pendahulunya agar amaliah TQN dapat dikerjakan oleh pengikutnya sesuai dengan kebutuhan umat dan perubahan jaman. Artinya bahwa kontribusi Abah Anom dalam mengajarkan tarekat dinilai sangat simpel dan mudah sesuai dengan kebutuhan umat dan perubahan zaman. Alhasil umat merasa ringan dan nyaman mengamalkannya sesuai dengan kesibukan masing-masing.

Alasan lain, beliau juga dikenal sebagai mujadid dalam penyampaian dan metode ajaran, antara lain dahulu pengikut terekat harus seorang yang sudah bisa baca kitab atau melalui amalan khusus, kemudian baru bisa dinyatakan sebagai murid. Dengan kata lain persyaratan menjadi murid sangat panjang dan sulit, tetapi Abah Anom justru membawa ajaran tarekat terbuka kepada siapa saja yang ingin mengamalkan dengan benar, hanya batasan umur, dewasa ke atas. Baca juga…

Abah Anom memiliki kesimpulan bahwa umat Islam wajib berdzikir. Karena inti ajaran tarekat adalah berdzikir. Oleh sebab itu, beliau tidak pernah pilih kasih dalam menerima murid, tidak mengenal jabatan, profesi, kekayaan, status sosial dan golongan. Abah Anom bersikap sama dan memberi amaliah yang sama. Abah Anom sangat bijak bahwa permasalahan umat manusia dari Nabi Adam sampai sekarang adalah sama yaitu penyakit hati. Koran Kompas tahun 2000 memuat pernyataan Abah Anom bahwa “Hati adalah sumber penyakit”.

Sebagai mujadid dan neo-sufism, pertama beliau banyak memiliki pemikiran universal dan nilai-nilai luhur dan bermuatan kearifan budaya lokal. Nama beliau dikenal di pelbagai negara, baik kalangan intelektual dan agamawan. Beliau juga dikenal dengan budayawan Sunda yang masih melestarikan budaya sunda dan berbaur dengan kehidupan Islam modern di Indonesia. Dalam menyampaikan ajaran tarekat, beliau terkesan lebih akomodatif dan deduktif -dari pada eksklusif kepada semua kalangan dan golongan- dengan ide dan gagasan yang tercantum di dalam Tanbih, kata mutiara dan maklumatnya. Pemikiran ini menjadi dasar beliau sebagai mujadid baru dalam menyampaikan tarekat kepada umat.

Kedua, Abah Anom ra meramu ajaran tarekat yang lebih simpel dan mudah sehingga semua umat Islam saat ini bisa mengamalkannya.

Ketiga, Abah Anom mendirikan sebuah Yayasan Serba Bakti sebagai wadah atau lembaga untuk memudahkan dakwah TQN di seluruh wilayah Indonesia dan luar negeri. Selain itu juga sebagai komunikasi dengan pemerintah baik formal dan non formal.

Hal ini berbeda dengan pemimpin tarekat pendahulunya, karena tarekat bukan organisasi namun tarekat adalah ajaran untuk dekat kepada Allah Swt. Fungsi yayasan ini adalah sebagai refleksi dan implementasi maklumat Abah Anom, yaitu Amalkan, Amankan dan Lestarikan.

Sebagai produknya yaitu penetapan kurikulum mata pelajaran ke-Suryalaya-an dalam pendidikan formal mulai dari TK hingga Perguruan Tinggi.

Dalam perkembangannya saat ini doktrinasi wasiat Abah Anom semakin tajam dengan dibentuknya Lembaga Dakwah (LD) TQN Pondok Pesantren Suryalaya tahun 2012 sebagai garda depan dalam pemurnian dan pelestarian ajaran TQN Pondok Pesantren Suryalaya. Terakhir Abah Anom juga menemukan metode Inabah panti rehabilitasi korban narkoba yang menjadi musuh dan racun mental masyarakat.

Metode dengan pendekatan religius ini sudah diakui oleh WHO (World Health Organization), mendapat kepercayaan BNN (Badan Narkotika Nasional) dan Pemda Tasikmalaya untuk menangani korban narkoba dan gangguan jiwa. Ini merupakan salah satu pemikiran Abah Anom dalam bidang kesehatan untuk bangsa sebagai solusi kenakalan remaja dan dukungan serta upaya terhadap gerakan revolusi mental bangsa. Baca juga…

Kiprah Abah Anom sebagai guru TQN ini juga mendapat respon dari ulama dunia, Syekh Kabbani dan Haqqani, Mursyid Tarekat Naqsyabandi di AS, dalam kunjungannya 2001 menyatakan bahwa Abah Anom adalah wali timur jauh. Tahun 2015 kunjungan seorang sejarawan dunia Michael G. Vann dari Sacramento California State University USA mengatakan bahwa Abah Anom is a very certainly great person who is living in the small village, but becoming an international person. Dan masih banyak pengakuan pengakuan tokoh lainnya.

Saat ini The legacy of Abah Anom menjadi perhatian dari ilmuwan Indonesia dan dunia yang tertarik meneliti pemikiran, karya-karya dan ajaran beliau sebagai kontribusi nilai-nilai universal dalam menambah khazanah keilmuan tasawuf memperbaiki akhlak dan peradaban umat manusia.

Oleh: Try Riduwan Santoso, M.A (Dosen Fakultas Tarbiyah IAILM Suryalaya)
Sumber: Majalah Sinthoris Edisi Januari 2019 M / Jumadil Ula 1440 H

#abahanom #neozufism #mujadid

Rekomendasi
Komentar
Loading...