Menuju Kesempurnaan

Menjadi insan terbaik adalah cita-cita setiap orang dalam hidup. Terbaik di mata manusia, juga di mata Tuhan. Tetapi apa itu insan terbaik, setiap orang memiliki pandangan berbeda sesuai nilai anutan masing-masing.

Sebagai sebuah anutan suci, Islam memiliki perspektif tersendiri mengenai siapa itu insan terbaik, yang terwakili dengan sabda-sabda Nabi berikut:

“Manusia terbaik ialah dia yang terbaik budi pekertinya”. (HR. Thabrani)

“Manusia terbaik ialah dia yang berumur panjang dan perbuatannya baik, dan seburuk-buruk manusia ialah dia yang berumur panjang tetapi jelek perilakunya“. (HR. Ahmad)

“Orang mukmin yang paling sempurna imanannya adalah dia yang terbaik budi pekertinya, dan yang terbaik ialah dia yang paling baik terhadap istrinya“. (HR. Tirmidzi).

“Seorang Muslim terunggul ialah dia yang orang-orang di sekitarnya selamat dari mulut dan tangannya…”. (HR. Thabrani).

Empat hadits ini mengabarkan bahwa kualitas terbaik manusia diukur dari akhlak/budi pekertinya. Ini sejalan dengan sabda beliau yang lain bahwa beliau diangkat sebagai Rasul dengan misi menyempurnakan akhlak manusia.

Akhlak adalah perwujudan dari sikap batin.Akhlak yang baik merupakan pancaran kualitas batin yang baik pula. Sementara kualitas batin terbaik hanya dimiliki oleh para wali/kekasih Allah. Maka sebagaimana dapat kita saksikan, mereka adalah pribadi-pribadi yang paling tulus pengabdiannya kepada masyarakat sehingga menempati posisi yang istimewa di hati mereka.

Di setiap zamannya, para wali adalah orang-orang yang paling sempurna meneladani sikap batin Rasulullah Muhammad SAW. Beliau, kendati menempati level puncak keintiman dengan Allah, sebagai washilah (penghubung) antara Allah dengan umat manusia, juga merupakan sosok paling tulus mengabdi dan paling santun kepada sesama manusia maupun alam. Kesempurnaan akhlak tersebut merupakan manifestasi (tajalli) dari kesempurnaan maqam-nya di sisi Allah SWT. Namun demikian, insan terbaik sejatinya adalah kualitas yang bisa dicapai oleh siapa saja yang bersungguh-sungguh menapaki jalan spiritual Nabi SAW dan para wali Allah.

Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...