Milenial! Investasi Sejak Dini Untuk Perkuat Dakwah Tarekat

Jakarta – Dakwah tidak bisa dilepaskan dari generasi muda. Apa yang dilakukan kemarin membentuk mereka hari ini, dan apa yang dilakukan hari ini membentuk mereka pada hari esok.

Pandemi Covid-19 tidak hanya mengubah budaya orang dalam berinteraksi. Lebih jauh, dengan “pemaksaan” transformasi digital di semua lini kehidupan, menghadirkan sebuah peradaban baru, new civilization. 

Kehadiran generasi yang lahir di atas tahun 1980an hingga 1997 jumlahnya cukup signifikan. Pada tahun 2018 BPS menyebutkan generasi milenial mencapai 33,75 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Kontribusi generasi ini dalam struktur penduduk usia produktif cukup tinggi. Diketahui jumlah penduduk Indonesia saat ini 268 juta jiwa dan yang berusia produktif sebesar 67,02 persen. Dari jumlah itu, sekitar 50,36 persennya adalah sumbangan dari generasi milenial.

Membangun Indonesia salah satu caranya dengan membangun generasi muslim yang kuat. Membangun generasi muslim yang kuat bisa dengan fokus menggarap segmen milenial, melalui jalur keuangan mandiri. Budaya investasi di kalangan ini menjadi penting.

Ada 5 alasan penting mengapa ikhwan TQN yang masuk dalam kategori milenial perlu berinvestasi sejak dini.

  1. Milenial akan menjadi generasi yang berperan penting dalam pembangunan bangsa. Jumlahnya yang besar perlu diberikan pemahaman ekonomi yang cukup. Termasuk dalam hal investasi.
  2. Tidak sedikit milenial yang tergoda untuk menghabiskan uang untuk kesenangan dibandingkan untuk menabung atau investasi. Tidak terpikir oleh mereka untuk menyiapkan pondasi keuangan di masa depan.
  3. Sangat mungkin kejadian-kejadian yang tidak diinginkan terjadi dalam kehidupan kita. Baik skala kecil maupun besar seperti Pandemi Covid-19. Peristiwa ini menyadarkan banyak orang pentignya memiliki dana darurat.
  4. Di era kemajuan infokom banyak tawaran investasi yang menggiurkan, yang memperdaya banyak orang dengan janji-janji keuntungan investasi. Padahal tawaran tersebut adalah penipuan. Memiliki literasi keuangan dan investasi menjadi penting agar milenial tidak mudah terjebak dalam skema tersebut.
  5. Budaya investasi yang dilakukan sejak dini bisa menjadi modal untuk usaha, membangun kemandirian ekonomi, menciptakan lapangan pekerjaan.

Dakwah tarekat bukan seperti lari cepat. Dakwah tarekat seperti maraton, memerlukan daya tahan yang kuat dan nafas yang panjang. Generasi milenial akan berperan besar saat Indonesia mengalami bonus demografi pada tahun 2030-2040.

Investasi membangun sumber daya manusia yang unggul adalah hal utama. Ikhwan TQN Pontren Suryalaya tidak hanya menyibukkan diri dengan amaliah dzikrullah. Penguasaan ilmu dan teknologi adalah kemestian agar mampu terlibat dalam menjawab tantangan hidup yang dialami oleh umat.

Dzikir adalah upaya mendekat kepada Allah SWT, memohon petunjuk peran apa yang perlu kita jalani di muka bumi. Ketika petunjuk didapat segera lakukan engineering (menerapkan ilmu dan teknologi untuk menyelesaikan permasalahan manusia).

Hal sederhana yang dapat dilakukan kita, khususnya generasi milenial adalah membudayakan investasi dan memperkuat literasi keuangan.

Rekomendasi
Komentar
Loading...