Milik Siapa?

Milik Siapa?

Ditulis oleh: KH. Wahfiudin Sakam (Wakil Talqin TQN PP Suryalaya, Mudir ‘Aam JATMAN DKI Jakarta)

Seorang kekasih Allah memberi pelajaran kepada muridnya: “Ketika seorang hamba merintih berdoa, ‘Ya, Allah…tunjukkan padaku jalan termudah mendekat kepadaMu…’. Allah menjawab, ‘Melangkahlah mendekat kepadaKu’”.

Banyak yang merintih, memohon didekatkan kepada Allah, tapi tak mau “melangkah” mendekat kepada Allah. Ingin ke langit, tapi tak mau meninggalkan dunia. Ingin masuk surga dan berjumpa Allah, tapi tak mau mati. Ingin “diperlakukan” oleh Allah, tapi memaksa melakukannya dengan “logika” sendiri (memangnya siapa Actor dari semua Action ini?).

“Melangkahlah”, artinya beranjaklah, tinggalkan keadaanmu yang sekarang. Keluarlah dari sarang ego-mu. Tundukkan iradahmu ke bawah iradah Allah. Kembalikan Mawjuud kepada Wujuud. Dinding pembangkangan itu cuma cermin yang membuat kamu terpenjara oleh bayang-bayang masa lalu.

Cermin rapuh yang membuat kamu bangga dengan bayang-bayangmu, yang membuat kamu terpaku pada masa lalumu. Pecahkan cermin pembangkangan itu, dan “melangkahlah” keluar menuju Allah.

MILK dan MULK sama-sama terdiri dari huruf Miim-Laam-Kaaf. MILK (kepemilikan) dan MULK (kekuasaan), keduanya adalah Penanda (Attributes) tak terpisahkan dari satu Keberadaan (Existent), bagaikan dua sisi dari sebuah koin.

Hanya Pemilik-lah yang punya Kuasa. Kalau kau merasa ‘berkuasa’ atas dirimu, itu karena kau merasa ‘pemilik’ atas diri, hidup dan hartamu. Karena itu kau selalu direpotkan untuk mengatur ‘kuasa-mu’. Akhirnya kau lintang pukang jungkir balik ‘menguasai’ yang ‘bukan milikmu’.

Kau stress, kau dilanda cemas yang menakutkan, “Melangkahlah”, artinya melepaskan apa yang bukan milikmu. Kembalikan semua yang ada kepada Pemiliknya, termasuk dirimu yang sesungguhnya milik Dia. Akan kau lihat betapa “Kuasa” Dia mengurusmu, lalu engkau akan tenteram dan bahagia dalam “kepemilikan” dan “kekuasaan”-Nya .

“Melangkahlah”, artinya melepaskan yang memang bukan MILK dan MULK kita. Coba tuliskan, apa saja yang bukan MILK dan MULK kita, lalu serahkan semuanya kepada Dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *