Modal Dasar Hidup Manusia (1)

Dalam Surat al-Baqarah ayat 30-34, Tuhan berkata kepada malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menjadikan di bumi ada khalifah”. Saat itulah malaikat berkata, “Akankah Engkau jadikan di bumi orang-orang yang akan berbuat kerusakan dan saling menumpahkan darah, sedangkan sudah ada kami yang selalu bertasbih memuji dan mensucikan Engkau. Kenapa harus dijadikan khalifah lain?” Allah menjawab, “Aku lebih tahu dari kalian”.

Maka disiapkanlah Adam, makhluk ruhaniah yang diturunkan ke muka bumi. Hal mendasar yang Allah lakukan pertama kali adalah mengilmui Adam. Ilmu tentang apa? Asma’, tentang nama-nama. Kenapa harus nama? Nama itu adalah simbol, nama adalah sebutan. Di balik sebuah nama ada sejumlah keterangan, ada sebuah konsep yang akan memudahkan komunikasi. Saya tidak perlu berkata kepada anak saya yang kecil, “Nak Bapak capek nih, pulang dari kerja. Tolong ambilkan Bapak bejana yang bentuknya silinder seperti tabung, terbuat dari beling, kaca. Bagian bawahnya tertutup rapat. Biasanya orang tuang air ke situ untuk minum”. Terlalu repot bukan?. Tapi cukup saya katakan, “Tolong ambilkan Bapak segelas air”. Kenapa anak saya langsung mengerti? Karena anak saya sudah mengerti simbol.

Setelah mengilmui Adam, dilakukanlah kontes. “Hai malaikat, kamu yang bilang khalifah-Ku ini hanya akan merusak, sekarang kita tes. Kalian malaikat jelaskan kepada-Ku apa nama-nama semua ini?”. Malaikat menyerah, tidak sanggup. Lalu berkata Allah, “Adam jelaskan kepada malaikat!” Adam jelaskan, ini nama ini, dan ini adalah ini. Bahkan yang belum ada namanya, Adam namakan. Manusia mempunyai kemampuan mencipta dan membentuk nama serta simbol. “Ternyata,” kata Allah, “Adam lebih hebat dari kalian. Karena itu, hai malaikat, sujudlah kalian kepada Adam!”. Ternyata malaikat semuanya bersujud, tapi ada Iblis, setan, yang tidak mau sujud. Bersambung…

(Whf)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...