Modal Dasar Hidup Manusia (2)

Melanjutkan kajian kemarin bahwa ketika Allah perintahkan malaikat untuk sujud kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Bagaimana dan mengapa Iblis tidak mau sujud kepada Adam? Mari kita sama-sama belajar “Setanologi”.

Apa itu setan?

“Lalu Kami katakan kepada malaikat, ‘Sujudlah kalian kepada Adam!’, maka para malaikat pun bersujud, kecuali Iblis yang berasal dari golongan jin”, (QS Al-Kahfi / 18: 50).

Jadi seluruh malaikat bersujud. Tidak ada malaikat yang tidak bersujud. Dalam ayat lain dikatakan bahwa tiap-tiap mereka, seluruhnya sujud kepada Adam. Artinya, tidak ada malaikat yang tidak sujud. Semua malaikat bersujud, kecuali iblis “kaana minal jinni” yang berasal dari golongan jin. Jadi iblis itu jin, bukan malaikat.

Kalau memang jin, kenapa dinamakan iblis? Iblis berasal dari kata “ablasa”, artinya kecewa. Saking kecewanya, lalu putus asa. Oknum yang “ablasa”, oknum yang kecewa, disebut iblis. Kecewa dari apa iblis itu? Kata Tuhan, “Kenapa kamu tidak mau sujud, padahal sudah Kuperintahkan?”. Iblis menjawab, “Aku lebih baik dari Adam. Kau cipta aku dari api. Kau cipta dia dari tanah. Api bisa membakar tanah. Kenapa yang dari api sujud kepada yang dari tanah?”. Ini jawaban jin. Dia kecewa, dan saking kecewanya disuruh sujud, membangkang secara pasif. Dia ablasa. Dia disebut iblis.

Api memang lebih hebat, bisa membakar tanah. Tetapi manusia itu bukan tanah. Yang tanah itu basyar. Manusia itu ruh. Kehebatan manusia pada potensi ruhaniahnya, bukan pada tanahnya. Jadi jin itu, ketika melihat manusia, dia tidak bisa melihat ruh si manusia.

Dikisahkan dalam surat az-Zumar, jin yang bandel-bandel oleh Nabi Sulaiman, dengan izin Allah, menjadi pelayan-pelayan terdekat dan mereka tidak bisa lari. Bila pergi, maka Nabi Sulaiman, dengan satu kedipan mata, sudah bisa menarik mereka kembali. Maka mereka menjadi sengsara, dengan kebandelan dan keliarannya. Sampai suatu saat Nabi Sulaiman mati, ruhnya dicabut oleh Allah, para jin, iblis tidak mengetahuinya. Lalu ketika datang rayap tanah, kemudian menggerogoti tongkatnya, sehingga tongkat itu patah, seketika tubuh Nabi Sulaiman ambruk, barulah mereka sadar dan mengetahui kalau Nabi Sulaiman telah wafat.

Setelah kecewa (membangkang pasif), akhirnya diusir. Tetapi sebelum diusir, iblis, berkata, “Wahai Tuhanku, tundalah kematianku sampai hari kiamat!”. Iblis pun tetap memohon dengan santun kepada Tuhannya. “Rabbii…” (wahai Tuhanku). Apa artinya ini? Artinya, Sebandel-bandel iblis, dia tetap yakin Allah ada. Allah adalah Rabbnya, Tuhannya, Pemiliknya, Penguasanya.

Jadi, jika ada manusia baru sekedar percaya adanya Tuhan, namun tidak mau taat terhadapNya, dia baru satu level dengan Iblis. Menjadi lebih mengenaskan jika ada manusia tidak percaya adanya Tuhan.

Permohonan Iblis untuk hidup sampai kiamat dikabulkan oleh Tuhan, maka keturunannya hidup sampai kiamat. Jumlah mereka saat ini jauh lebih banyak daripada jumlah manusia. Bersambung…

(Whf)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...