MUI Gelar Sarasehan Dakwah

Jakarta – Majelis Ulama Indonesia, malam ini (13/11) menyelenggarakan sarasehan dakwah di kantor pusat Jl. Proklamasi No. 51, Menteng Jakarta Pusat. Sarasehan dibuka oleh Wakil Ketua Umum MUI Prof. Yunahar Ilyas dan dimoderatori KH. Kholis Nafis.

KH Dr. Manarul Hidayat ketua lembaga dakwah NU dan KH Dr. Muhammad Ziyad ketua lembaga dakwah Muhammadiyah didaulat menjadi narasumber. Sarasehan mengundang berbagai ormas islam seperti Persis, Al Washliyah, Jamaah Tabligh dan lainnya.

Dalam sambutannya Prof. Yunahar memaparkan program peta dakwah yang sedang digarap oleh MUI. Peta dakwah dimulai dari Jakarta dan akan diperluas hingga seluruh provinsi di Indonesia. Menurutnya peta dakwah berguna untuk memetakan posisi, kegiatan dan jumlah anggota ormas.

Pada sesi awal, KH Dr. Muhammad Ziyad memaparkan peta dakwah Muhammadiyah. “Salah satu target dakwah Muhammadiyah adalah pencerahan berbasis komunitas. Komunitas bukan hanya di perkotaan namun juga pedesaan,” ujarnya.

Selain itu Muhammadiyah juga memetakan dakwah untuk kalangan atas, menengah dan bawah. “dunia maya, pendekatan personal, penerbitan kajian melalui media adalah beberapa contoh pendekatan ke kelas menengah,” sambungnya.

KH. Dr. Manarul Hidayat di sesi kedua menjelaskan jika NU dari dahulu mengusung dakwah Islam rahmatan lil ‘alamin. “Empat pilar yang diusung adalah tawasuth (moderat), tasamuh (toleransi), tawazun (seimbang) dan i’tidal (keadilan). “Jika seluruh ormas akur, Insya Allah NKRI terjaga,” ungkapnya.

KH Wahfiudin selanjutnya memaparkan program lembaga dakwah NU yang baru disusun. “lembaga dakwah NU dalam menyiapkan programnya mencermati tantangan eksternal seperti demografi, urbanisasi, teknologi informasi dan komunikasi,” tegasnya.

KH Wahfiudin juga menyampaikan bahwa target dakwah lembaga dakwah NU antara lain adalah kelompok PPM (pemuda pelajar dan mahasiswa), profesional, tokoh masyarakat dan pemerintahan. (Idn)

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...