Munafikkah Aku ya Rasulullah?

Ada sebuah kisah menarik yang terjadi pada zaman Rasulullah SAW. Seorang sahabat bernama Hanzhalah Al Usayyidiy ra menghadap kepada baginda nabi, merasa telah menjadi seorang yang munafik.

Di kediaman Rasulullah, Hanzhalah berkata “Ya Rasulullah, saya telah menjadi orang munafik.”

Nabi kemudian bertanya, “Apa yang telah terjadi?”.

Hanzhalah berkata, ”Ya Rasulullah, jika kami berada di majelismu dan engkau menceritakan tentang surga dan neraka, kami merasa takut. Tetapi jika kami kembali ke rumah menjumpai anak istri, bercanda dan bermain bersama mereka, kami melupakan surga dan  neraka.”

Rasulullah berkata, “Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, jika kalian menetapi perbuatan ketika kalian berada di sisiku dan ketika berdzikir, niscaya para malaikat akan menjabat tangan kalian dalam setiap bentang perjalanan hidup dan langkah-langkah kalian. Namun ingatlah wahai Hanzhalah, (yang demikian itu akan kau dapatkan jika kau rutinkan) sedikit demi sedikit dari waktu ke waktu”. Beliau mengucapkannya tiga kali.

Para sahabat begitu takutnya terkena sifat munafik, tidak sempat untuk menilai kemunafikan orang lain. Mereka tersibukkan untuk menilai diri sendiri apakah termasuk dalam golongan munafik atau tidak.

Pesan yang bisa kita petik adalah, perbanyak muhasabah, apakah banyak sifat-sifat tercela yang menghinggapi qalbu.

Sebagaimana perkataan sahabat Umar Ibn Al Khattab ra, “Hasibu anfusakum qabla an tuhasabu,” Hisablah (evaluasilah) diri kalian sebelum kalian dihisab.

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...