Nilai Ihsan dan Empat Pilar Percepatan Transformasi Digital

Menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tercatat 196 juta masyarakat Indonesia sudah terkoneksi dengan internet dan selama pandemi covid 19 transformasi digital berlangsung lebih cepat.

Masyarakat yang tengah bertransformasi digital ini diharapkan sudah terliterasi digital dengan baik. Karena masyarakat yang terliterasi digital dengan baik akan menciptakan ruang-ruang digital yang aman, nyaman, sehat, bertanggung jawab dan produktif bukan sebaliknya.

Menurut United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) definisi literasi digital ialah kemampuan individu untuk mengakses, memahami, membuat, mengomunikasikan dan mengevaluasi informasi melalui teknologi digital.

Jika dilihat berdasarkan Status Literasi Digital Indonesia melalui survei di 34 provinsi oleh Kominfo dan Katadata Insight Center pada November 2020 menyimpulkan bahwa Literasi Digital di Indonesia belum sampai level “baik”. Artinya perlu ada peningkatan literasi digital.

Selanjutnya ada 4 pilar yang diusung Kominfo untuk mendukung percepatan transformasi digital tersebut, yakni digital skill, digital culture, digital ethics, dan digital safety.

Digital skill ialah kemampuan individu dalam mengetahui, memahami dan menggunakan perangkat keras, perangkat lunak serta sistem operasi digital dalam kehidupan sehari-hari.. (Foto: FreePik)
Digital culture merupakan bentuk aktivitas masyarakat di ruang digital dengan tetap memiliki wawasan kebangsaan, nilai-nilai Pancasila, dan kebhinekaan. (Foto: FreePik)
Digital ethics adalah kemampuan menyadari mempertimbangkan dan mengembangkan tata kelola etika digital (netiquette) dalam kehidupan sehari-hari. (Foto: FreePik)
Digital safety ialah kemampuan masyarakat untuk mengenali, menerapkan, meningkatkan kesadaran perlindungan data pribadi dan keamanan digital. (Foto: FreePik)
Kedaulatan Digital dan Nilai Ihsan

Di samping itu, dibutuhkan upaya yang lebih keras dan lebih strategis dari pemangku kebijakan agar Indonesia bisa berdaulat secara digital dan data pribadi masyarakat bisa terlindungi dan aman serta tercipta ekosistem digital yang sehat dan ikut mentransformasi manusia Indonesia bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Jika dilihat keempat pilar transformasi digital tersebut didasari oleh kesadaran diri dan kehati-hatian yang kemudian dikembangkan secara teknis sehingga bisa mendorong terciptanya ruang-ruang digital yang aman, nyaman, sehat, bertanggung jawab dan produktif di masa kini dan mendatang.

Bagi pengamal tarekat, segala tindakan sejatinya bukan didasari oleh penguasaan hawa nafsu atau diperdaya oleh godaan setan, melainkan dikontrol oleh kesadaran diri dan kehati-hatian. Serta melatihkan diri dengan dzikrullah agar bisa selalu connecting dengan Allah Swt yang Maha Mengawasi

Karena tanpa kesadaran diri dan kehati-hatian yang berdasarkan keihsanan (seakan-akan melihat Allah atau diawasi oleh-Nya), transformasi digital akan berjalan kering dan bisa menjadikan manusia kehilangan jati dirinya yang hakiki, serta melupakan tugas utamanya sebagai khalifah di muka bumi sekaligus hamba Allah.

Rekomendasi
Komentar
Loading...