Orang yang Dibenci Allah Menurut Syekh Abdul Qadir Al-Jailani

Siapa yang tak ingin dicintai Allah Swt. Ia yang Maha Baik dengan segala nikmat yang dianugerahkanNya kepada kita, sekalipun kita sering lupa.

Ada 3 nikmat pokok yang patut kita sama-sama syukuri ; nikmat iman, islam dan ihsan.

Ada yang tidak hafal surat Al-Fatihah? Pasti semua muslim hafal. Surat yang tak pernah lepas dari bacaan shalat kita, sab’ul matsani (tujuh ayat yang diulang-ulang), salah satu rukun shalat yang jika ditinggalkan maka tidak sah-lah shalat itu.

Artikel Terkait: Syekh Abdul Qadir Al Jaelani QS

Ada yang menarik dari penggalan ayat terakhir surat Al Fatihah,

غَيۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ عَلَيۡهِمۡ

Artinya: …bukanlah jalan orang-orang yang dibenci…

Pernahkah anda bertanya-tanya siapakah dia (orang yang dibenci Allah Swt)?
YAHUDI! Kata sebagian santri yang ngaji Tafsir Jalalin. Betulkah? Ada dalilnya? Ya, betul. Ada dalilnya. Mana? Nih..

[غَيۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ عَلَيۡهِمۡ] وهم اليهود [1]

Berarti orang yang dibenci Allah itu YAHUDI ya? Eits.. bentar! Yakin mereka yang dibenci oleh Allah Swt? Apakah kamu yakin itu bukan KAMU?

Artikel Terkait: Penglihatan Syekh Tolhah Godebage Tempat Terbaik Kembangkan TQN

Mari kita buka Tafsir Al-Jailani, Karya Agung milik Sulthanu Al-Auliya Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani (qs) untuk mengetahui siapakah المغضوب عليهم disana.

غير المغضوب عليهم: من المترددين الشاكّين المنصرفين

  متابعة العقل المشوب بالوهم عن الطريق
[2] لمستبين

Artinya: {..bukanlah jalan orang-orang yang dibenci..} mereka adalah orang-orang yang penuh kebingungan, ragu, malah memilih untuk berbalik arah mengikuti akal yang ternodai oleh ilusi-ilusi dari pada memilih jalan yang jelas.

Bukankah itu KITA? Kita yang lupa akan jalan pulang

Lupa akan cara bagaimana kembali kepada Allah Swt. Kita yang silau oleh gemerlapnya dunia dan lupa hakikat diri dari mana dan akan kemana. Pantaslah kita merasa tenang-tenang saja, karena kita sering kali mengkambing-hitamkan orang lain. Cuci tangan.

Artikel Terkait: Kisah Abah Sepuh Berguru ke Syekh Tolhah

Mari kita sama-sama kembali kepadaNya. Menjadi Insan Dzakirin, yang hati dan lisannya senantiasa berzikir kepada Allah Swt. Jika kita ingin sembuh, sadarilah kita sakit. Artinya ada harapan untuk kembali sehat.

(Muhammad Husni Abdul Azis, Mahasiswa Univ. Al Azhar, Fak. Syariah wal Qonun)

Catatan kaki:
1. Jalaludin As-Suyuthi & Jalaludin Al-Mahalli, Tafsir Jalalin, (Beirut: Muassasah Arrisalah Nasyirun, 2013).
2. Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani, Tafsir Al-Jailani, (Suriah: Maktabah Istanbul, 2013), hlm 38.

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...