Pahami Generasi Z Agar Sukses Pembelajaran Daring

Pandemi Covid 19 belum mencapai puncaknya. Kegiatan yang berpotensi membuat kerumunan dalam satu tempat masih dilarang. Termasuk kegiatan belajar mengajar di dunia pendidikan mulai level taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi, masih belum bisa tatap muka. Pembelajaran dilakukan secara daring.

Perubahan yang terjadi secara tak terduga menimbulkan kegagapan teknologi. Muncul tantangan terkait sinyal dan kuota. Guru dituntut memiliki strategi pembelajaran yang tepat untuk deliver materi ke siswa. Dan, siswa merasa menerima tugas yang bertumpuk melebihi saat belajar tatap muka. Terlebih lagi pembelajaran dilakukan di rumah, berpotensi banyak distorsi.

Siswa umumnya adalah generasi Z yang akrab dengan gawai. Godaan chatting, gaming, seringkali menyelinap saat pembelajaran. Jika ditanya mengapa mudah terganggu saat pembelajaran, jawabannya adalah karena bosan dan pusing dengan pelajaran yang diterima.

Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) pada 6 Agustus yang lalu mengadakan kegiatan pendampingan untuk guru Pesantren Nurul Huda Bekasi. Tujuannya, memahami Generasi Z dalam belajar.

Dosen PAI Sari Narulita, M.Si., menjelaskan jika Gen. Z adalah generasi yang sangat lekat dengan gawai. Kemampuannya berselancar di dunia maya harus bisa dimaksimalkan dalam pembelajaran. Guru menjadi fasilitator yang mengarakan siswa mampu menikmati setiap proses pembelajaran.

Gen. Z memiliki tingkat literasi digital yang tinggi. Mereka kritis  dengan berbagai informasi yang diterima.

“Guru harus paham karakter Gen. Z. Paham cara belajarnya, bagaimana memanfaatkan gawai menjadi media pembelajaran. Tentu tetap harus dalam pendampingan guru,” terang Sari.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Dekan 3 Fakultas Ilmu Sosial, Dr. Andy Hadiyanto dan Pengasuh Pesantren Nurul Huda KH. Atok Romli Musthafi.

Anda mungkin juga berminat
Komentar
Loading...